PT. BPR Sumsel Lakukan RUPS, Ini Pembahasannya


Arie Perdana Putra 2020-03-25 13:58:28 Palembang 47 kali

PALEMBANG, Kabar28.com - Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)  tahunan dan RUPS luar biasa Perusahaan Terbatas (PT) Bank BPR Sumsel langsung dihadiri dari perwakilan Pemerintah Provinsi (Pemprov) yakni Asisten II Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel Ir Yohannes H. Toruan mewakili Gubernur Sumsel selaku pemegang saham mayoritas, dan didampingi Kepala Biro Ekonomi Pemprov Sumsel Afrian Joni, SE., MM, Direktur Utama dan Direktur Umum PT. SEG Iramsyah dan Arief Kadarsyah selaku pemegang saham minoritas.

Hadir juga Komisaris Independen Bapak Ir. Dian Askin Hatta, MM dan M. Amin Zain, SH, Jajaran Direksi dari PT. BPR Sumsel yakni Direktur Utama PT. BPR Sumsel Marzuki, SE, Direktur Operasional Edy Siswanto, SE.,MM, dan Direktur Kepatuhan Hendera SE.

Dikatakan Dirut PT. BPR Sumsel Marzuki, pihaknya bersyukur karena RUPS berjalan lancar pada pembukuan tahun 2019. Laporan pertanggungjawaban direksi diterima pemegang saham dalam hal ini dari Pemerintah provinsi (Pemprov) Sumsel yakni Gubernur Sumsel yang diwakili Asisten II Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel Yohannes, dan kita maklumi karena Gubernur bertepatan agenda lain, ujarnya.

Kemudian, di tahun 2019 BPR Sumsel membukukan kinerja positif laba Rp 4,88 miliar. Dan telah berhasil menurunkan NPL 38,1 persen menjadi 24,24 persen.  Para pemegang saham memberikan apresiasj atas kinerja positif seluruh jajaran pegawai BPR Sumsel. Langkah langkah yang dilakukan oleh pihaknya untuk menuunkan NPL adalah melakukan penagihan intensif kepada debitur macet. Kemudian melakukan proses lelang kepada debitur macet, ungkapnya. 

Lanjutnya, selain itu pihaknya juga melakukan kerjasama dengan pihak kepolisian terdahap debitur yang tidak kooperatif seperti kabur,  atau menjual agunan dibawah tangan. "Untuk debitur yang usahanya masih berjalan, kita melakukan restrukturisasi agar usahanya sehat". Prestasi yang diraih BPR Sumsel adalah laporan audit yang meraih predikat wajar tanpa pengecualian (WTP). "BPR Sumsel sudah 2 tahun ini meraih WTP". Untuk pencapaian finansial, bebernya. 

Masih menurutnya Otoritas Jasa Keuanga (OJK) sudah mencabut sanksi bank dalam pengawasan intensif menjadi pengawasan normal. Ketika ditanya dampak virus corona, pihaknya selalu berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait dampak corona, dengan memberikan stimulus terhadap debitur dengan cara case by case. Pasalnya, ada usaha yang omsetnya meningkat seperti penjualan masker dan alat kesehatan, itu tidak dilakukan restruktur, tegasnya. 

Ditambahkanya, untuk usaha tour trevel dan kuliner itu memang terkena dampak,  penurunan omset. Pihaknya bersyukur pada tahun 2019 penyaluran kredit Rp 49 miliar dengan 420 nasabah, itu meningkat dari tahun sebelumnya Rp 42 miliar dari 370 nasabah. "Untuk dana pihak ketiga (DPK)  Rp 84,5 miliar pada 2019, sedangkan tahun sebelumnya Rp 87 miliar". Tahun 2020 kita optimis dapat mencapai target dari DPK karena komisaris kita lengkap, pungkasnya. (ant)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close