Mengenang KH. M. Zein Syukri, Digelar Haul ke-8


Arie Perdana Putra 2020-03-22 15:21:46 Palembang 56 kali

PALEMBANG, Kabar28.com,- Keluarga besar Almarhum K.H. Muhammad Zein Syukri gelar Haul ke- 8, di Masjid Nurul Hidayah Jalan Letnan Jaimas Palembang, Minggu (22/3/2020).

Staf Ahli Gubernur Sumsel Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, H. Rosyidin mengatakan, dirinya mengucapkan permohonan maaf dari Gubernur Sumsel tidak bisa hadir dalam haul tersebut. "Semoga ke depan akan hadir. Saya diutus sebagai bentuk respon besar beliau kepada keluarga besar almarhum, namun tidak mengurangi rasa khusuk untuk kegiatan ini walaupun beliau hadir di sini," ujarnya.

Ketua PWNU Sumsel, H. Amiruddin Nahrawi menjelaskan, barang siapa yang berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW pada waktu aku meninggal, maka sama dengan, berziarah pada waktu aku hidup. Sebelum saya kesini, saya membaca Kitab, saya pernah belajar di Pesantren, sehingga ada beberapa kita yang saya pelajari, dan saya mempunyai kemampuan membaca itu. Dan saya juga diajarkan oleh almarhum bagaimana untuk menghadapi kematian oleh Almarhum, itu yang masih saya ingat sampai sekarang, ungkapnya.

Menurut Anak dari Almarhum yakni Izza Zein Syukri, hari ini acara haul ke 8 KH. Muhammad Zein Syukri (Abah) semata-mata untuk mendapatkan berkah dan mengharapkan Ridho dari Allah SWT. Mudah-mudahan kehidupan kita sama seperti macam kehidupan abah, kematian kita seperti kematian abah, jadi kumpul haul untuk mendapatkan keberkahan sampai meninggal dunia. Setiap tahun pasti ada perbedaan, terutama untuk pembicaranya, tahun ini sungguh kontras bedanya, karena beberapa pembicara dan undangan tidak bisa, karena daerah mereka di Lockdown, sehingga mereka tidak bisa hadir, bebernya. 

Lanjutnya, dan kita khawatir juga, tahun kemarin total yang datang ada 66 dari Malaysia, Singapura, Thailand, Brunai Darussalam, seharusnya mereka datang ke acara ini.  Ternyata daerah mereka di lockdown, negara mereka keluar baik dari dalam ataupun yang mau keluar, akhirnya kita batalkan, mulai dari penginapan, ataupun ketempat yang mau kita ziarahin diubah untuk agendanya. Kalau untuk kehadiran dari luar kota punya pengaruh, tapi kalau dari dalam tidak ada, lhamdulillah sama banyak seperti tahun sebelumnya, tegasnya.

Ditambahkannya, kita jangan fokus pada virus kalau mau iman itu murni, tapi fokus pada sang pencipta, bahwa sang pencipta mempunyai hak untuk menurunkan bencana, ataupun kenikmatan, sekarang bagaimana hati kita memanaged bahwa itu dari sang pencipta, dan minta dibalikkan lagi pada sang pencipta, jadi takut pada virusnya, tapi takutlah pada sang pencipta, mungkin karena selama ini kita telah lalai. Dan kita telah terapkan pada pondok pesantren kita dengan banyak berdoa pada sang pencipta, pungkasnya. (ant)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close