Perumahan FPLPP Diupgrade, Dapatkan Harga Perdana


Arie Perdana Putra 2020-03-13 00:21:39 Ekonomi 106 kali

PALEMBANG, Kabar28.com - Setelah beberapa lama dilakukan groundbreaking yang dilakukan oleh pihak Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) untuk pembangunan BPS Land yakni yang terdiri dari Bhayangkara, Praja, Sriwijaya Land yang berada didalam satu kawasan Citra Grand City (CGC) sedikit mengalami permasalahan didalam aturan regulasinya, demikian dikatakan oleh Direktur PT. Cipta Arsi Griya (CAG) Danny Candra Wijaya di Palembang.

Dikatakan Danny, untuk progres pembangunan di BPS Land sampai saat ini ada kendala bisa dibilang begitu, tapi kendalanya adalah lebih kepada regulasi saja, karena yang kita semua tahu, bahwa semua ini akad di satu Indonesia, sedikit ada permasalahan yakni kurangnya kuota akad dari tahun lalu, berimbasnya pada tahun ini. Tahun ini rumah yang sudah ready kita bangun ada 700 unit, yang sudah jadi, siap tunggu, akadnya bisa cair, itu akan secepatnya bisa ditempatkan. Memang dalam 1 bulan ini, kita ada satu aplikasi juga yang dikeluarkan oleh PPDP adalah "Sikasep dan Sikumbang", ujarnya.

Kemudian itu membutuhkan waktu untuk si konsumen dan beberapa developler, untuk bisa andjust mendapatkan, supaya konsumen bisa tahu dan mendapatkan titik yang benar. Dari awal berkas yang mereka kirimkan, harus mereka kirimkan ulang kembali. Akan tetapi kita optimis dengan dacklog rumah yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia yakni 1 juta rumah, yakin bahwa orang yang kita jualkan untuk rumahnya memang orang tersebut belum punya rumah, ungkapnya. 

Lanjutnya pada tahun ini rumah yang 2000 unit sudah soldout. Kita juga membuat satu produk terbaru adalah rumah FPLPP kemarin kita upgrade menjadi rumah komersil, dengan rumah yang ready, kita cat luar dalam, lantai langsung kita keramik, diluar ada kita siapkan HT, benar-benar rumah yang siap tinggal itu kita buat diblok disebelahnya dekat dengan BPS Land. Untuk ukurannya sama yakni type rumah yakni 36, dan luas tanahnya 72, harga include PPN, surat menyurat, dan semuanya 196 jutaan, tetap dibawah 200 juta, bebernya. 

Masih menurutnya, kalau ditanya berapa optimis untuk dirumah komersil ini, sangat optimis sekali, karena dirumah komersil didepan kota kita saja semua kisaran 300 jutaan, dan karena kita ini menjadikan harga perdana, karena yang membeli tempat kita bisa merasakan ada kenaikan yang mereka investasikan, misal diharga 200 jutaan bisa naik menjadi 300 jutaan untuk tahun depannya. Jadi kita tidak stanting diharga standart, tetapi kita membuat orang yang pertama dan perdana bisa merasakan free vilage dan merasakan keuntungannya, tegasnya. 

Ditambahkannya untuk rumah komersil ini di tahun ini kita siapkan 1000 unit, dan akan kita lihat lagi. Untuk himbauan kepada pemerintah untuk FPLPP, kita diteman-teman Real Estate Indonesia (REI), mungkin dari REI sudah bolak balik ke PUPR, mungkin bisa diperhatikan dari pihak-pihak perbankan yang sudah kerjasamakan, mungkin agar bisa lebih mudah, karena dari teman REI, yang sudah rumah siap, menunggu SPK dan itu belum bisa akad sampai saat ini, perlu adanya regulasi yang harus diperhatikan, dan kalau bisa untuk prosesnya bisa secepatnya, pungkasnya. (ant)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close