Ekspor Indonesia Harus Bersaing dengan Negara Lain


Arie Perdana Putra 2020-02-18 16:47:19 Palembang 118 kali

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Palembang

PALEMBANG, Kabar28.com - Balai Karantina Pertanian Kelas I Palembang, melakukan sosialisasi pelaksanaan fumigasi metil bromida standar Badan Karantina Pertanian, di PT. GUI Palembang, Sei Selayur Kecamatan Kalidoni, Selasa (18/2/2020).

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Palembang, Bambang Hesti Susilo mengatakan, output dari kegiatan ini ialah mengatasi masalah ekspor kepala bulat ke negara Thailand. Tentu harapannya diimplementasikan substansi sosialisasi yaitu penerapan fumigasi sesuai dengan persyaratan negara tujuan ekspor kelapa bulat dalam hal ini adalah negara Thailand.

"Fumigasinya 32 gram per meter kubik dosisnya, tata caranya sudah dipaparkan secara cukup detail dan komprehensif. Terkait denga pra kondisinya kelapa harus disortarisasi secara maksimal," ujarnya.

Kemudian setelah itu supaya tidak ada tunas dan retak, sehingga menurut hasil penelitian dari pihak negara Thailand maupun pihak Badan Karantina Pertanian untuk yang balik uji terap Teknik dan Metode Karantina di Bekasi maupun oleh Balai Laboratorium Karantina Kelas I Palembang.

"Kalau difumigasi dengan dosis yang dipersyaratkan oleh negara Thailand tadi dalam kondisi yang tidak bertunas atau retak itu efektif untuk membunuh hama, dan mengantisipasi tidak tumbuh tunas atau dalam istilah lainnya adalah difitalisasi," ungkapnya.

Lanjutnya, berarti persyaratan negara Thailand dalam hal ini tujuan ekspor kelapa bulat terpenuhi ekspor kita lancar itu yang harus diimplementasi dari substansi sosialisasi hari ini untuk segera dilaksanakan, setelah ini kita rapatkan untuk melaksanakan tersebut.

"Justru sosialisasi ini menderteminasikan untuk kendala tadi, kendalanya adalah sortasi selama ini jarang maksimal, karena masih banyak temuan yang tidak sesuai dilapangan, jadi diharapkan kepada para pengusaha untuk dapat memperhatikan itu semua untuk syarat yang telah ditentukan," ujarnya.

Plt Kepala Dinas Perdagangan Sumsel, Iwan Gunawan menjelaskan, kegiatan ini salah satu untuk meningkatkan mutu produk hasil pertanian. Salah satunya diisyaratkan oleh negara buyer itu untuk difumigasi, artinya kalau tidak memenuhi oleh mereka akan ditolak, dan Gubernur Sumsel sudah konsen untuk masalah ini.

"Makanya semua komoditas pertanian harus qualifight, harus bersaing dengan negara eksportir lain, kalau tidak itu maka kita akan ketinggalan, makanya kami hadir didalam acara ini sampai selesai karena ini sangat penting," tuturnya.

Bukan hanya sampai di sini saja, nanti akan ada produk lainnya, kalau tidak maka kita akan ketinggalan oleh negara lain.

"Ke depan kita akan memikirkan produk hulunya supaya bisa meningkatkan taraf perekonomian daripada petani kita, jangan sampai tidak seimbang, maka nanti akan ada dari hulu sampai ke hilir," pungkasnya. (ant)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close