Kantor BMKG Palembang Klas I Kenten Akan Pindah, di Sini Lokasinya


Arie Perdana Putra 2020-01-02 22:30:39 Palembang 97 kali

PALEMBANG, Kabar28.com - Kantor Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Palembang Klas 1 akan pindah ke Musi Dua, tepatnya di wilayah Kertapati Keramasan Palembang dengan luas lahan 2,5 hektar.

Kepala BMKG Palembang, Nuga Putrantijo mengatakan, kantor tersebut seluas 2,5 hektar dengan gedung dua tingkat, yang merupakan tanah dari Pemprov Sumsel.

"Tahap awal ini dananya sekitar Rp2 Miliyar, pengerjaannya dilakukan bertahap dengan total anggaran Rp7 Miliyar, diperkirakan akan rampung pada 2022 atau 2024," ujarnya. 

Kemudian BMKG sebagai pemberi informasi produk cuaca harus melakukan pengamatan, kemudian pada tahun 2022 kita mengusulkan pembangunan taman alat, dilakukan secara bertahap termasuk memindah pegawai kita ke kantor baru nanti.

"Pada 2024 kita akan operasikan dua kantor, kita ditargetkan wajib melakukan pengamatan dalam 1 tahun atau dua tahun itu harus ada secara Internasional, dan kita mempunyai target dari BMKG bahwa semua peralatan operasional itu akan kita buat otomatis jadi pengamat hanya mengamati display insya allah diterapkan di kantor baru nanti," ungkapnya.

Lanjutnya, kita akan mengalami cuaca ekstrim mulai dari Sumatera bagian Selatan sampai ke Pulau Jawa hingga 4 Januari 2020. Kita update setiap 3 hari dan akan kita sampaikan kepada masyarakat luas.

"Himbauan kami adalah kita tetap waspada terhadap cuaca ekstrim terutama hujan deras yang tiba-tiba disertai angin kencang dan petir. Oleh karena itu mumpung ini durasi untuk intensitas hujan masih cukup rendah supaya mengurangi dahan, pohon yang rindang yang bisa mengakibatkan roboh atau patah," jelasnya. 

Ditambahkanya, kecepatan angin saat ini relatif karena angin itu melihat lokasi, di mana hamparan luas tidak ada hambatan, maka lebih kencang daripada yang ada hambatannya, misalnya ada rumah, ada gedung sehingga itu bisa lebih tertahan anginnya.

"Kita mencatat untuk kecepatannya yakni 34 kilometer per jam, berbeda dengan di kawasan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin dengan kecepatan angin 90 kilometer per jam. Diharapkan dengan tempat baru nanti untuk semua sarana dan prasarana tidak mengalami hambatan, dikarena disana perlu diketahui untuk lokasinya sedikit rawa dan perlu penanganan khusus, namun kita optimis untuk kinerja kita tidak akan berubah," pungkasnya. (ant)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close