Mantan Kades Tanjung Atap Diduga Korupsi Rp58 Juta


Arie Perdana Putra 2019-11-13 19:14:44 Ogan Ilir 394 kali

Tim dan warga saat mengkroscek ke lokasi TPT

INDRALAYA, Kabar28.com,- Tim dari Pemkab Ogan Ilir (OI) yang melakukan investigasi di Desa Tanjung  Atap Kecamatan Tanjung Batu, terkait laporan LSM Pose RI dan GPPSM Sumsel tentang  dugaan penyimpangan Dana Desa (DD) dan Bumdes, Rabu (13/11) ternyata membuahkan hasil.

Dari hasil investigas  di lapangan ini, tim pemkab OI dipimpin Kabid Usaha Ekonomi Desa Dinas PMD Sulaiman Midun, akhirnya mendapatkan temuan dugaan korupsi dana desa sebesar Rp58.675.600.

Dana desa yang diduga dikorupsi mantan Kades Tanjung Atap berinisial SH ini berasal dari pembangunan Tiang Penyangga Tanah (TPT) 2018 dan 2019. Karena berdasarkan Rencana Anggaran Biaya (RAB), disetiap TPT itu harus dipasang kayu cerucup. Namun kenyataannya di lapangan, di setiap pembangunan TPT itu tidak dipasang cerucup.

Hal ini dikuatkan oleh pernyataan sejumlah tukang Desa Tanjung Atap di hadapan mantan kades Sahlan Hasyim yang mengerjakan pembangunan TPT, seperti Pahmi, Rison Hasbi dan Yudi. Pernyataan keempat tukang itu juga tidak dibantah mantan kades Tanjung Atap. Bahkan keempat tukang itu sudah membuat surat pernyataan di atas materai, bila pembangunan TPT ini benar  tidak dipasang kayu cerucup.

Sementara salah seorang pendamping desa di Kecamatan Tanjung Batu, Budi Irawan yang turut melakukan investigasi ketika dikonfirmasi mengakui, telah mendapatkan temuan kejanggalan pada pembangunan TPT akibat tidak memasang cerucup. Namun, pihak pendamping desa Tim Pemkab OI tidak mau merinci jumlah kerugian negara itu. Tapi hasil pemantauan awak media, bila di total kerugian negara akibat tidak pemasangan cerucup mencapai Rp58.675.600. Rinciannya, TPT tahun 2018 senilai Rp35. 732. 000 dan TPT tahun 2019 sekitar Rp22.942.600.

Kepala Bidang Usaha Ekonomi Desa Dinas PMD Ogan Ilir, Sulaiman Midun menjelaskan, bila kedatangan tim pemkab OI dalam musyawarah desa untuk menyelesaikan masalah.

"Terkait laporan warga dan LSM serta laporan ke DPRD Ogan Ilir, tentang dugaan penyimpangan dana desa dan Bumdes Tanjung Atap,” katanya. (app)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close