6 Asosiasi Menyelenggarakan Kegiatan, Ini Pesan Kadis Permukim Sumsel


Arie Perdana Putra 2019-10-23 19:59:11 Palembang 168 kali

Kadin Permukim Sumsel membuka acara

PALEMBANG, Kabar28.com,- Asosiasi Pengusaha Konstruksi Nasional (Aspeknas), GATAKI, ASTEKINDO, HJKI, IASI dan Lembaga Pengembang Jasa Konstruksi Indonesia, melaksanakan konferensi daerah (konferda), musyawarah daerah (musda), musyawarah wilayah (muswil), musyawarah provinsi (musprov), dan diskusi panel dengan tema "Mewujudkan sinergitas dunia usaha dan pemerintahan dalam membangun infrastruktur di Sumatera Selatan (Sumsel)", di ballroom Hotel Beston Palembang, Rabu (23/10/2019).

Acara ini sendiri dihadiri oleh Ketua Umum DPP Aspeknas sekaligus mewakili Ketum Asosiasi Tingkat Nasional Zainal Arifin, Perwakilan Asosiasi Peserta musyawarah Iwan Riadi, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Sumsel Basyaruddin Ahmad, Ketua LPJK Sumsel Sastra Suganda, 

Dikatakan Kadis Permukim Sumsel Basyaruddin Ahmad, 15 persen kalangan besar, untuk yang menikmati jasa kontruksi di daerah hanya 10 persen proyek daerah, dan 90 persen dari luar daerah, kontraktor yang tergabung dalam 6 asosiasi ini diharapkan siap bersaing bukan hanya kontraktor dalam negeri bahkan sampai kontraktor luar negeri.

"Saya tertarik apa yang telah disampaikan bahwa kita jangan berfikir kepada Anggaran Pengeluaran Belanja Daerah (APBD), saya sangat setuju, maka pemerintah daerah, pemerintah kota ataupun pemerintah kabupaten maka tidak akan maju, kalau tidak ada APBD maka tidak akan ada proyek," ujarnya. 

Kemudian, diihat masih banyak cara lain untuk pembangunan yakni bisa melalui dana dari CSR, ke depan pemerintah kota, kabupaten, dan provinsi juga akan berfikir ke sana untuk membangun.

"Oleh karena itu 6 asosiasi ini harus siap menerima tanggung jawab sebagai wadah pengusaha jasa konstruksi profesional, keberadaan asosiasi di tengah-tengah arus dan dinamika yang begitu deras, dan yang telah dilegitimasi keberadaan akreditasi oleh LPJKN tingkat nasional sampai ke tingkat provinsi, bisnis ini sendiri memiliki persaingan, kontraktor diharapkan menyediakan barang dan jasa yang berkualitas," ungkapnya. 

Ditambahkan Ketua panitia Fery Antony, bahwa Asosiasi merupakan proses intraksi yang mendasari terbentuknya lembaga-lembaga sosial. Asosiasi Pengusaha dibentuk untuk menjadi forum komunikasi dan bertukar pikiran untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang muncul dalam bidang hubungan industrial dan buruh sebagai wadah para tenaga ahli dan terampil bidang jasa, listrik dan konstruksi dan lain-lain.

"Sementara itu asosiasi memenuhi berbagai fungsi diberbagai bidang dan sektor diantaranya bidang Advokasi dan Kebijakan Publik, Bidang Pengupahan dan Jaminan Sosial, Bidang Informasi dan Pelayanan Anggota, dan Bidang Organisasi dan Pemberdayaan Daerah," ujarnya.

Peran serta asosiasi dalam pembangunan negara secara umum dan daerah khususnya sangat urgen dan menjadi penting. Asosiasi juga pro aktif dalam membantu dan menampung aspirasi serta memberikan edukasi melalui peiatihan-pelatihan dalam peningkatan kompetensi kepada para anggotanya.

"Asosiasi yang merupakan bagian dari masyarakat jasa listrik dan konstruksi bersama dengan LPJK dan Pemerintah menuju lndonesia kompeten. Kegiatan ini merupakan Kongres Daerah, Musyarawah Daerah, Musyarawah Wilayah, Musyarawah Provinsi dan diikuti enam Asosiasi dan kegiatan Diskusi Panel," pungkasnya. (ant)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close