Dukung Ketahanan Pangan, SMKN 1 Tanjung Batu Implementasikan Lareta


Arie Perdana Putra 2019-10-06 16:20:16 Pendidikan 226 kali

Foto bersama guru SMKN 1 Tanjung Batu dengan narasumber Bimtek Lareta

INDRALAYA, Kabar28.com,- SMK Pertanian sangat dibutuhkan untuk mendukung ketahanan pangan, melalui Implementasi Laboratorium Edukasi Tani (Lareta) dan diperkuat dengan jejaring mitra (DU/DI/OPD) tekait, akan menciptakan agropreneur yang profesional.

Hal ini diungkapkan Prof. Ir. Ambar Pertiwiningrum., M.Si, Ph.D.IPM.Asean Eng saat menjadi narasumber dalam Bimtek Lareta di SMKN 1 Tanjung Batu, Ogan Ilir (OI), Sabtu (5/10/2019).

"Anak-anak SMK Pertanian diharapkan tidak hanya pintar berpendapat tetapi juga berpendapatan. SMK perlu branding agar dapat menjadi model dan rujukan bagi SMK lain di sekitarnya," katanya.

Di tempat yang sama Direktur Usaha Pengembangan Transmigrasi Kemendes PDTT, Dr. Supriadi., M.Si mengatakatan, SMK tidak hanya bersinergi dengan pemprov, tetapi juga dengan DU/DI serta intansi terkait yang berkaitan dengan pertanian.

"Seperti Dinas Peternakan, Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian melalui Balai Penyuluh Pertanian (BPP) kecamatan serta Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT)" katanya.

Menurut Supriadi, pengembangan SMK Pertanian sangat diprioritaskan, karena saat ini pemerintah sedang menggalakkan Agro Interpreneur menunu Indonesia Swasembada Pangan.

"Untuk mewujudkan hal tersebut Jejaring Lareta berperan penting. Fasilitas SMK untuk mengembangkan pertanian sudah ada, namun sebatas di desa dan kecamatan," katanya.

Diungkapkannya, saat ini Indonesia darurat regenerasi petani, untuk itu siswa SMK Pertanian menjadi aset regenerasi petani Indonesia di masa depan.

"Oleh karena itu, saat ini pemerintah terus menambah pendirian SMK Pertanian di Indonesia," pungkasnya.

Menanggapi hal ini Kepala SMKN 1 Tanjung Batu, Zubaidah Arli Balas, S.Pd., M.Si mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung adanya Lareta di SMK yang ia pimpin.

"Piagam Lareta yang kami terima ini, merupakan apresiasi untuk kami agar ke depan semakin maju dan berkembang, guna mewujudkan cita-cita sebagai SMK Pertanian terdepan di OI," katanya.

Sebagai kepala sekolah, dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada dewan guru dan siswa-siswi yang telah bekerja keras dan ikhlas, sehingga SMK yang ia pimpin terus memperoleh prestasi dan semakin dikenal hingga saat ini.

"Penghargaan ini merupakan prestasi bersama, yang diraih berkat kerja sama seluruh civitas akademika di sekolah ini. Saya berharap, seluruh dewan guru dan peserta didik dapat terus mengasah potensi yang dimiliki guna meraih prestasi," harapnya.

Sementara itu Guru Pertanian SMKN 1 Tanjung Batu, Rizal, S.P mengatakan, dengan budidaya tanaman organik atau semi organik dengan pemberian pupuk organik diharapkan tanah menjadi subur. Bahan organik di dalam tanah cepat terurai, dan mudah diserap tanaman.

"Semoga dengan adanya Lareta ini kreativitas petani dalam membuat pupuk dapat lebih diperhatikan baik oleh instansi pemerintah maupun swasta. Karena dengan bertani secara organik, hasil budidaya kita akan lebih sehat untuk dikonsumsi. Selain itu juga, dapat menekan biaya dalam membudidayakan suatu tanaman," ungkapnya.

SMKN 1 Tanjung Batu saat ini memiliki empat orang guru ilmu pertanian yakni Rizal, S.P, Naima Batubara, S.P, Neni, S.Pd dan Cahyo, S.Pd.

Selain para narasumber hadir dalam kegiatan tersebut Kepala UPTD Pertanian dan Ketahanan Pangan Tanjung Batu Sumarno, Pengawas Bina SMK OI Drs. Alamsyah., M.Si, M.Pd, Komite Sekolah Hasan Basri, Pengurus MKKS OI Yarman, S.Pd, Kepala SMKN 1 Tanjung Batu Zubaidah Arli Balas, S.Pd., M.Si serta dewan guru dan staf Tata Usaha SMK setempat. (app)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close