Dirjen Penyediaan Perumahan Serahkan Buku Tabungan BSPS


Arie Perdana Putra 2019-09-22 19:31:41 Nasional 61 kali

Foto bersama usai penyerahan Buku Tabungan BSPS

LOMBOK UTARA,- Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum RI, Khalawi. AH menyerahkan buku tabungan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) 2019, di Desa Sambik Bangkol, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara (KLU), Sabtu (21/9/2019). 

Hadir dalam penyerahan bantuan tersebut Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar, Direktur Rumah Swadaya Johny Subrata, Kasatker Penyedia Rumah Swadaya Sarju Bindarum, Kasatker SNVT Nusa Tenggara Barat (NTB) Bulera, Kadis LH Perkim KLU Rusdi, dan masyarakat penerima buku tabungan BSPS. 

Direktur Jenderal Penyedian Perumahan Kementerian PUPR RI, Khalawi AH menyampaikan, rumah swadaya adalah rumah yang dibangun atas prakarsa dan upaya masyarakat. Dalam upaya mendukung pencapaian sasaran bidang perumahan dalam RPJMN 2015-2019.

"Sub Bidang Perumahan Swadaya menargetkan pelaksanaan 250 ribu unit pembangunan baru rumah swadaya dan 1.5 juta unit peningkatan kualitas rumah swadaya. Penyelenggaraan BSPS di NTB pada 2019 sebanyak 4.713 unit," ujarnya. 

Lanjutnya, alokasi untuk Kabupaten Lombok Utara sebanyak 130 unit, terdiri dari 80 unit kegiatan peningkatan kualitas rumah swadaya (PKRS) dan 50 unit pembangunan baru rumah swadaya (PBRS) tersebar di 3 Kecamatan dan 6 Desa.

"Terdiri dari Satker perumahan swadaya 50 unit pembangunan baru Rp35 juta, Satker SNVT 158 unit, peningkatan kualitas Rp17,5 juta. Adapun target yang ingin dicapai dari BSPS adalah terwujudnya kepemilikan rumah layak huni yang memenuhi 3 (tiga) persyaratan utama, yaitu keselamatan bangunan, persyaratan kesehatan penghuni, dan kecukupan luas bangunan," ungkapnya.

Sementara itu, Bupati H. Najmul Akhyar diawal sambutannya menyampaikan selamat datang kepada Dirjen Penyediaan Perumahan beserta rombongan, dirinya berharap kehadiran rombongan di Lombok Utara merasa senang dan berkesan baik.

"Alhamdulillah masyarakat kami begitu antusias menyambut kedatangan bapak dan berkenan untuk hadir di tempat ini," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, bupati juga menyampaikan memori psikologis masyarakat KLU, dimana tanggal 5 Agustus 2018 adalah hari yang tidak bisa dilupakan oleh seluruh masyarakat Lombok Utara.

"Lantaran dalam durasi hitungan menit hampir 90 persen bangunan yang berdiri kokoh rata dengan tanah. Diantaranya rumah termasuk bangunan yang paling terdampak dengan kisaran 75.636 unit," bebernya.

Najmul juga mengutarakan, persoalan yang dialami masyarakat pascagempa, dimana ada rumah warga terbuat dari kayu atau bambu tidak ikut rusak, sehingga mereka tidak bisa dimasukkan ke dalam data penerima rumah bantuan gempa.

"Mirisnya lagi, ada warga yang tidak punya rumah sama sekali juga tidak bisa masuk usulan penerima RTG. Kondisi ini mendorong pemerintah daerah terus mencari solusi bagaimana supaya masyarakat yang hanya memiliki tempat tinggal amat sederhana bisa memperoleh rumah bantuan yang sama dengan bantuan gempa. Diantara solusi yang bisa diupayakan melalui adanya BSPS," jelasnya. (ant/ril)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close