Kapolda Sumsel Jelaskan Kronologis Kejadian di Empat Lawang


Arie Perdana Putra 2019-08-04 20:09:07 Palembang 46 kali

Kapolda Sumsel berikan penjelasan kepada awak media

PALEMBANG, Kabar28.com,- Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli melakukan konferensi pers terkait kerusuhan du Empat Lawang beberapa waktu lalu, di rumah dinasnya, Minggu (4/8/2019).

Menurut Kapolda, kejadian itu berawal dari seorang warga bernama Sariman di Desa Talang Rebo diancam delapan orang akan dibunuh.

"Karena itu, ia melapor ke Polsek Ulu Musi. Dari laporan itu, dilakukan penyelidikan dan diketahui bila pelaku pengancaman empat orang," katanya.

Penyelidikan langsung dilakukan tiga orang anggota Polsek Ulu Musi dipimpin Kanit Reskrim ke Talang Rebo.

Para pelaku dicari sampai Ke Desa Tangga Rasa dan bertemu. Ketika hendak ditanya pelaku langsung menusuk dan membacok Kanit Reskrim.

"Karena Kanit ditusuk, sehingga dilakukan tindakan tegas terhadap Erwan dan Erwin. Namun, berita yang tersebar di kalangan warga bila Erwan dan Erwin ditembak polisi, bukan karena kasus pidananya," kata Irjen Firli.

Mendapat informasi tersebut, warga yang diketahui masih keluarga besar para pelaku ini Datang dari desa tempat Erwin dan Erwan tinggal.

Karena masih satu keluarga besar dan memang disampaikan informasi yang salah, membuat satu keluarga besar berkumpul dan mendatangi RSUD Tebing dimana tepat dirawatnya Kanit Reskrim dan juga para pelaku pengancaman.

Keluarga besar dari Erwin dan Erwan, datang menggunakan dua truk mendatangi rumah sakit. Karena memang sudah dipersiapkan, sehingga ada beberapa orang yang sengaja membawa senpi rakitan dan senjata tajam jenis parang dan pisau.

Saat tiba, keluarga besar dari Erwin dan Erwan langsung melakukan penyerangan di depan rumah sakit yang menyebabkan dua orang anggota polisi yang berjaga mengalami luka tembak.

"14 orang dalam kasus penyerangan rumah sakit, dengan 12 sajam dan 2 senpi rakitan laras panjang dan satu pistol termasuk peluru tajam. Dalam kasus ini, dari pertemuan yang saya laksanakan di Empat Lawang, kasus ini sepakat akan diproses hukum," jelas jenderal bintang dua ini.

Kapolda juga menjelaskan, bila dalam kasus ini bukan bentrok dengan masyarakat. Akan tetapi kasus ini, murni karena masalah pidana dan diprovokasi seseorang dari keluarga besar Erwin dan Erwan sehingga terjadi penyerangan tersebut.

Menurut Kapolda, bila keluarga besar dari Erwin dan Erwan dibawa untuk menyerang rumah sakit karena ajakan seseorang dan juga diberikan uang.

Karena, dari barang bukti ditemukan uang yang diberikan seseorang untuk keluarga mereka yang ikut menyerang rumah sakit.

"Ini bukan konflik warga, tetapi hanya sekelompok warga. Karena ada yang menggerekan massa untuk menyerang rumah sakit. Tetapi sekarang kondisi di Empat Lawang sudah sangat kondusif dan aman termasuk di rumah sakit tempat terjadinya serangan," jelas kapolda.

Untuk kasus yang terjadi di Empat Lawang dengan kasus pengancaman atas nama Sariman dengan tersangka Hendi bin Yunus ditangani Polres Empat Lawang.

Kasus penusukan anggota Polsek Ulu Musi dengan tersangka delapan orang ditangani Direskrimum Polda Sumsel.

Penyerangan terhadap rumah sakit Tebing juga ditangani Ditreskrimum dengan tersangka 14 orang dan 10 orang sudah tahan, sedangkan empat tersangka lainnya masih di rumah sakit. (ant)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close