Pengurus PERSI dan IKKESINDO Sumsel Dilantik


Arie Perdana Putra 2019-07-24 16:37:18 Palembang 46 kali

Gubernur Sumsel, Herman Deru hadiri pelantikan pengurus PERTI dan IKKESINDO

PALEMBANG, Kabar28.com,- Pengurus Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) dab Ikatan Konsultan Kesehatan Indonesia (IKKESINDO) Sumatera Selatan dilantik, Rabu (24/7/2019).

Selain itu juga digelar seminar kesehatan, workshop kehumasan, workshop keperawatan, dan pelatihan konsultan manajemen kesehatan yang secara resmi dibuka oleh Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru.

Gubernur Sumsel H. Herman Deru mengatakan, pelayanan tadi kita tekankan agar lebih dalam lagi, tidak guna punya infrastruktur yang bagus, alat yang bagus, jika pelayanan tidak baik, kedua tentang sugges, kita butuh juga suggesti tersebut, agar masyarakat tidak berlari, tapi suggesti positif, bagaimana orang percaya yakin bahwa dia bisa sembuh dengan melakukan pengobatan rumah sakit diprovinsi Sumsel, agar tidak lari kedaerah lain, bahkan ke negara lain.

"Berdasarkan usulan ketua pusat tentang bank, nanti akan kita panggil dari Bank Sumselbabel, untuk memberikan pelayanan kredit itu masalah tenor, jangka waktu, dan suku bunganya ada dispensasi terhadap APERSI ini agar roda pelayanan kesehatan tetap berjalan dengan baik. Kemudian tekad untuk melayani harus dari inear beauty atau dari dalam diri sendiri dari para pengurus, karena tanggung jawabnya bukan hanya PERSI sendiri namun kepada masyarakat sehingga tidak sederhana, dan saya ucapkan selamat atas yang sudah terpilih lagi," ungkapnya.

Menurut Ketua PERSI yang juga Direktur RSUP Mohammad Hosein dr. Mohammad Syahril, Sp.P., MPH, beliau terpilih untuk kedua untuk periode tahun 2019-2022 ini berkat dukungan dari yang lainnya sehingga saya terpilih kembali. Intinya Rumah Sakit harus berkualitas melalui akreditasi, tidak boleh lagi rumah sakit yang tidak terakreditasi, agar masyarakat terjamin keselamatan dan mutu pelayanan. Rumah sakit harus memberikan pelayanan publik, karena masyarakat ingin yang pelayanan cepat, mudah, simple, dan murah, terakhir harapan kita melayani pelayanan yang canggih, sehingga tidak perlu lagi berobat kenegara lain, cukup bisa berobat di Rumah Sakit Umum Palembang Mohammad Hosein, Rumah Sakit Charitas, Siloam, dan sebagainya.

"Di era sekarang seluruh rumah sakit tidak boleh ada yang menolak untuk masuk instalasi gawat darurat (IGD), dan tidak diperkenankan untuk bayar dahulu, kadang-kadang yang menjadi masalah karena pasiennya penuh diruangan IGD, dan terkadang penuh diruang ICU. harusnya anggota BPJS, tidak mampu tetap dilayani, karena dari pemerintah provinsi masih menjamin untuk kesehatan masyarakat bahkan cukup dengan Kartu Keluarga dan Kartu Tanda Penduduk, tapi jangan ke rumah sakit swasta tersebut," pungkasnya. (ant)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close