MBR Bisa Miliki Rumah, Ini Syaratnya


Arie Perdana Putra 2019-07-17 16:17:30 Palembang 106 kali

Kadis Perkim Sumsel saat memberikan keterangan

PALEMBANG, Kabar28.com,- Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Sumatera Selatan (Sumsel) sosialisasikan program bantuan rumah berbasis komunitas bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), di eks gedung BKOKM Sumsel,  Rabu (17/7/2019).

Kepala Dinas Perkim Sumsel Basyaruddin Akhmad mengatakan, berdasarkan data BPS 2018 jumlah penduduk Sumsel saat ini 8.391.000 jiwa. Program pembangunan rumah dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang berpenghasilan maksimal Rp4 juta per bulannya, bisa memiliki program ini, namun harus memiliki komunitas sebanyak 50 orang, memiliki Badan Hukum seperti Koperasi, Paguyuban, dan lain-lain.

"Anggota komunitasnya merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang sudah berkeluarga, tidak memiliki rumah, belum pernah menerima BSPS atau subsidi dari pemerintah, tidak disewakan atau dialihkan kepemilikannya selama waktu yang telah ditentukan," ujarnya. 

Lanjutnya, pihaknya juga memiliki alur proses penyediaan perumahan PB BSPS. Diharapkan masyarakat berpenghasilan rendah yang di luar ketentuan bisa membentuk komunitas agar bisa mengajukan program pembangunan baru, bantuan stimulan perumahan swadaya.

"Itu yang kita harapkan di tahun ini, sudah ada komunitas yang sudah memiliki lahan dan bisa kita ajukan kepada pemerintah pusat untuk mendapat bantuan pembangunan rumah, berupa pembelian seharga Rp30 juta dan upah Rp5 juta," ujarnya.

Sementara itu Ketua Internasional Council For Small Business Indonesia Wilayah Sumsel, J.Rianthony Nata Kesuma mengatakan, ICSBI atau forum CSR berperan dalam memberikan dan memfasilitasi masyarakat berpenghasilan rendah, ataupun golongan masyarakat lapisan bawah untuk mendapatkan fasilitas rumah.

"Sebagai contoh pemulung, tukang ojek, pedagang kaki lima, ataupun profesi lainnya dapat memperoleh rumah dengan program bantuan rumah berbasis komunitas ini, inilah peran forum CSR bagaimana dapat memberikan kesejahteraan masyarakat tersebut," ujarnya.

Ditambahkannya, dengan adanya program seperti ini forum CSR, forum ICBSI Sumsel berpartisipasi menjadi verifikasi dan fasilator termasuk juga bay back terhadap rumah apabila komunitas tersebut tidak mampu membayar.

"Kita yang akan menjaminnya, membeli kembali rumah tersebut kita serahkan kembali pada komunitas yang belum memiliki rumah tersebut. Gerakan ini akan dilakukan secara masif untuk seluruh kabupaten atau kota yang berada di Sumsel," jelasnya.

Nanti ke depan, sambungnya, pihaknya akan membentuk fasilitator sebagai jembatan antara kabupaten dengan provinsi. Untuk komunitas yang belum berbadan hukum bisa menempel dengan komunitas lain.

"Bentuknya sama serta biaya yang sama supaya menjadi ragam, kita usahakan sama supaya enak dilihat, kita juga akan menggerakkan di daerah supaya bisa berkembang, mungkin nanti akan ada kuliner, UMKM, UKM yang dilakukan oleh komunitas. Kalau bisa kita buatkan kuliner di sana, minimarket yang dikelola oleh masyarakat yang tergabung dikomunitas," pungkasnya. (ant)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close