Rajin Menabung, Suami-Istri Pembersih Kebun di Tasik Naik Haji


Arie Perdana Putra 2019-07-06 21:09:23 Nasional 29 kali

Suami-istri ini bekerja sebagai buruh pembersih kebun milik orang lain di Tasikmalaya

TASIKMALAYA,- Suami-istri asal Tasikmalaya, Saefudin (56) dan Hani (70), terlihat semringah. Belasan tahun menabung, niat keduanya menunaikan ibadah haji ke tanah suci tahun ini dikabulkan. Mereka tergabung dalam kloter 43 embarkasi Bekasi.

Saefudin yang usianya lebih muda dari sang istri tersebut berdomisili di Kampung Lengkong, Linggaraja, Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa barat. Selama ini Ujang dan Hani bekerja sebagai buruh pembersih kebun milik orang lain.

"Alhamdulillah tahun ini saya dan istri ibadah haji, insyaallah berangkat tanggal 19 Juli 2019 nanti," ujar Saefudin di rumahnya yang berdinding kayu, Sabtu (6/7/2019).

Kehidupan Saefudin dan istrinya memang sangat sederhana. Menetap di perkampungan yang jauh dari ingar bingar kehidupan kota, mereka mendiami rumah panggung atau kayu berukuran 5×8 meter.

Untuk mencukupi kehidupan sehari-hari, keduanya bekerja serabutan sebagai buruh harian lepas bersih-bersih rumput di kebun. Pekerjaan ini juga tidak diterimanya setiap hari, tergantung pemilik kebun yang menyuruhnya. Setiap kali bekerja, bayaran yang diterima Saefudin Rp 40 ribu, sedangkan Hani mendapatkan upah Rp 25 ribu.

Meski keterbatasan penghasilan, keduanya rajin menyisihkan uang. Mereka menabung lebih sebelas tahun hingga akhirnya melunasi biaya haji pada 2019.

"Setiap kali jadi buruh bersih bersih rumput di lahan orang lain saya nerima upah, 15 ribu sampai 20 ribu saya tabung buat biaya ke Arab untuk ibadah haji," tutur Saefudin.

Pada 2012, pasangan yang tidak dikarunia anak ini mulai mendaftar haji melalui KBIH Al Amin Riyadlul Jannah di Singaparna Tasikmalaya.

Setoran awalnya tidak besar, hanya Rp 5 juta dan harus menunggu daftar antrean selama 7 tahun. Kini Saefudin dan Hani siap berangkat bersama 172 orang jemaah lainnya dari KBIH tersebut.

"Setor awal dulu lima juta rupiah. Kebanyakan receh dan kertas pecahan sepuluh ribu, dibayarnya nyicil," ucap Hani di samping Saefudin.

Staf kantor KBIH Al Amin Riyadlul Jannah, Feri Rahman mengatakan, sekitar tujuh tahun lalu Saefudin dan Hani datang ke kantornya untuk mendaftar haji. Keteguhan dan niat kiat keduanya membuat pihak KBIH membantu menyiapkan dana talang sebagai tambahan mendaftar.

"Karena setelah saya melakukan verifikasi ke lapangan, pasangan ini memang layak dibantu. Utamanya punya niat kuat buat ibadah haji. Kita ada program dana talang untuk mereka yang membutuhkan hingga sebagian dibantu dana talang," ujar Feri.

Saefudin awalnya tiap bulan ke KBIH untuk sekadar mencicil kekurangan biaya haji. Tapi lantaran jarak rumah ke KBIH itu jauh, akhirnya pihak KBIH jemput bola.

"Kasihan pak Saefudin ke KBIH setor uang tapi ongkosnya mahal, kan mereka gak punya kendaraan," ucap Feri.

Para tetangga Saefudin dan Hani terharu. Suami-istri itu sosok inspiratif.

"Kami masyarakat di sini mengaku bangga dan terharu. Ini jadi motivasi bagi kami," kata Toha, tokoh masyarakat setempat.(red)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close