80 Persen Populasi di Waduk Sermo Kulon Progo Ternyata Ikan Invasif


Arie Perdana Putra 2019-06-23 20:12:01 Nasional 23 kali

KULON PROGO,- Badan Karatina Ikan, Pengendali Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) menyebut sekitar 80 persen populasi di Waduk Sermo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berisi ikan invasif. BKIPM pun menggandeng masyarakat untuk menangkap ikan-ikan yang menggerus populasi ikan lokal atau ikan konsumsi tersebut. 

"80 persen populasi di Waduk Sermo ikan red devil, itu ikan invasif. Kemarin kita gelar lomba menangkap ikan red devil," kata Kepala BKIPM, Rina.

Hal itu disampaikannya di sela peluncuran Bulan Bakti Karantina BKIPM 2019 di Alun-alun Utara Yogyakarta, Minggu (23/6/2019).

Untuk mengisi populasi ikan lokal atau ikan konsumsi di Waduk Sermo, BKIPM melepas sekitar 1,2 juta ekor ikan tawes dan nilem. Diharapkan dalam tiga bulan ke depan ikan-ikan itu telah tumbuh besar dan siap ditangkap untuk dikonsumsi.

"Kita restocking di Waduk Sermo 1,2 juta ekor ikan nilem dan tawes. Ke depan harapannya 3 bulan bisa besar dan bisa meningkatkan konsumsi ikan masyarakat, jadi salah satu sumber protein hewani," jelasnya.

"Karena artinya di Waduk Sermo habis ikan lokalnya, tinggal 20 persen," lanjutnya.

Dalam acara ini, juga ditandai ekspor perdana ikan hias dari Yogya tujuan Filipina. Ikan tersebut dibudidayakan oleh petani lokal berjenis ikan guppy.

"Di Yogya paling banyak lalu lintas benih ikan konsumsi air tawar dan ikan hias air tawar. Ikan guppy diminta Filipina, ekspor perdana ini ke Filipina," terang Rina.

Harapannya, dengan ekspor ini nama Yogya semakin dikenal. Karena dulunya ikan dari Yogya yang akan diekspor dikirim dulu ke Surabaya atau Jakarta, baru diberangkatkan ke luar negeri.

Sedangkan ekspor perdana ini bisa langsung diberangkatkan memakai pesawat melalui Bandara Internasional Adisutjipto.

sumber: detikcom

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close