Tindak Lanjuti Program Kewirausahaan, Disdikbud OI Gelar TOT


Arie Perdana Putra 2019-06-13 16:10:19 Ogan Ilir 28 kali

INDRALAYA, Kabar28.com,- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Ogan Ilir (OI), melalui Bidang Pendidikan Non Formal (PNF) menggelar Training Off Trainer (TOT) pendidikan kewirausahaan, yang diikuti 80 Peserta perwakilan dari 16 kecamatan dalam Kabupaten Ogan Ilir (OI).

Acara tersebut berlangsung pada Kamis (13/6/2019), di Aula Pertemuan SMPN 1 Indralaya.

Pada kesempatan tersebut Kadin Dikbud OI, Arianto yang sekaligus membuka TOT mengatakan, kegiatan ini menindaklanjuti program pendidikan kewirausahaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten OI yang berslogan “Menebar Virus Entrepreneur Menuai Kemandirian”.

"Peserta merupakan 80 orang pilihan yang nantinya akan ditempatkan di masing-masing kecamatan juga yang ditugaskan sebagai instruktur, sebagai pelatih disetiap bidang yang sudah ditentukan. Dengan harapan nantinya setelah mengikuti TOT ini akan lahir 80 wirausaha yang ada di OI tentu saja di bawah pengarahan dan pengawasan koordinator wilayah pendidikan dan kebudayaan di setiap kecamatan masing-masing," katanya.

Pada kesempatan awal, Kabid PNF Hasnan Riadi dalam laporannya mengatakan, program pendidikan kewirausahaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan OI berlatar belakang tingginya tingkat kemiskinan dan banyaknya pengangguran menjadi permasalahan penting untuk ditangani bersama.

"Begitu juga tingginya angka putus sekolah atau tidak melanjutkan sekolah berdampak pada kemiskinan," ujarnya.

Lanjut Hasnan Riadi, untuk mengatasi permasalahan tersebut dinas pendidikan dan kebudayaan OI mengadakan program pendidikan kewirausahaan agar tumbuh jiwa kewirausahaan, untuk menciptakan lapangan kerja akhirnya dapat menjadi pengusaha yang tangguh bertujuan mengurangi pengangguran.
 

"Dengan menghadirkan nara sumber yang merupakan tenaga profesional misalnya dari Unsri, BLK, sanggar dan kepala sekolah dengan materi antara lain Tata Rias, Tata boga, Las, Perikanan dan  Peternakan," tuturnya.

Ditambahkan Musfiroh Kasi PNF PTK PNF, peserta ini diutamakan yang putus sekolah.

"Untuk lanjutan usaha nantinya pihak dinas akan bekerjasama dengan BUMN, BUMD yang ada selain ditunjang dengan anggaran daerah," bebernya. (app)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close