Ferifali Data, Tiga Pencacah Diturunkan di Setiap Desa


Arie Perdana Putra 2019-05-08 15:07:38 Ogan Ilir 35 kali

Plt Kadinsos OI

INDRALAYA, Kabar28.com,- Untuk keakuratan data kemiskinan yang ada di setiap desa dalam Kabupaten Ogan Ilir (OI), Dinas Sosial Kabupaten OI melakukan bimbingan tekhnis (bimtek) terhadap tiga orang perwakilan dari setiap desa.

Hal ini dikatakan Plt Kadinsos OI Irawan Sulaiman didampingi Koordinator Kabupaten (Korkab) PKH OI Wiwin Muharwarna, dan Rian kepada awak media di ruang kerjanya Rabu (8/5/2019).

Lebih jauh dikatakan Irawan Sulaiman, bimbingan tekhnis akan dilakukan disetiap kecamatan dan nantinya setiap desa mengirimkan tiga orang perwakilan.

"Dari setiap  perwakilan merupakan utusan dari masing-masing kepala desa yang bertugas untuk mencacah dan mendata keluarga miskin, juga masyarakat penyandang masalah sosial atau berkebutuhan khusus yang ada di desa masing-masing. Seperti Selasa kemarin dilakukan bimtek terhadap petugas desa dalam Kecamatan Tanjung Batu, nanti akan terus dilaksanakan hingga tuntas seluruh kecamatan dalam Kabupaten OI," katanya.

Diharapkan dengan adanya tiga petugas desa yang turun langsung untuk melakukan pendataan, verifikasi dan validasi basis data terpadu tentang kevalidan data sekarang, apakah masih layak apa tidak masuk basis data terpadu (BDT), nantinya akan diketahui berapa besaran data kemiskinan di Kabupaten OI. 

"Nanti setelah petugas ini bekerja dengan benar akan diketahui keakuratan data miskin yang sebenarnya, dan Kades tidak bisa mungkir lagi karena  warganya sendiri sebagai pencacahnya," ujarnya.

Lanjutnya, bukan hanya warga miskin saja yang didata tetapi semua warga desa tersebut nantinya akan didata ulang, karena dalam masyarakat tersebut ada warga yang memang benar-benar miskin,  memenuhi komponen program PKH, ada juga warga yang tergolong mampu yang tidak layak menyandang PKM PKH namun terdapat anggota keluarganya yang berkebutuhan khusus. Untuk itulah semuanya harus didata,  nantinya akan terlihat berapa warga yang benar benar miskin dan berapa warga yang menyandang kebutuhan sosial atau berkebutuhan khusus yang harus mendapat perhatian pemerintah. 

"Data inilah nantinya akan dikirim ke Dinas Sosial Provinsi Sumsel maupun ke Kementrian Sosial RI juga sebagai acuan ke depan," pungkasnya. (nik)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close