Permudah Alumni Cari Kerja, SMKN 1 Intan Gelar Penyuluhan Kerja


Arie Perdana Putra 2019-04-13 11:10:55 Ogan Ilir 57 kali

Kepala SMK 1 Indraya Selatan didampingi Ka disnakertrans OI

INDRALAYA, Kabar28.com,- SMK Negeri 1 Indralaya Selatan (Intan) melaksanakan Penyuluhan Pasar Kerja (PPK) dan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) Bursa Kerja Khusus (BKK), Sabtu (13/4/2019).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi OI, Kabid Tenaga Kerja dan Hubungan Industri, serta Internasional Man Power Japan Mirai Jaya.

Dalam kesempatan itu, Kepala SMKN 1 Indralaya Selatan, Drs. H. Jon Hery., M.Pd didampingi Ketua Forum BKK, Irma Desy Ariani, S.T., M.Pd mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan untuk menyasar siswa-siswi kelas XII yang sebentar lagi akan lulus.

"Setelah mengikuti PPK dan BKK ini diharapkan, siswa-siswi kelas XII bisa langsung mendapatkan pekerjaan ataupun membuka lowongan kerja sendiri, karena siswa-siswi di sini sudah mempunyai keahlian sesuai jurusan kerja masing-masing," katanya.

Sementara itu, Kadisnakertrans OI, Ahmad Saili menjelaskan, Ogan Ilir berkomitmen menurunkan angka kemiskinan 1 digit. Untuk itu, Disnakertrans OI mencoba bangkit dengan membenahi administrasi, seperti memboingkan kartu AK1 untuk mengetahui seberapa banyak pencari kerja di OI.

"Data Dinas Dukcapil OI saat ini, pengangguran di OI didominasi lulusan SMA sederajat mencapai 78 ribu orang," jelasnya.

Masih dikatakan Saili, sebenarnya kesempatan kerja itu sangat banyak, tinggal bagaimana mencoba peluang kerja tersebut sesuai keahlian yang dimiliki.

"Kita tidak harus bekerja secara formal di dunia pemerintahan ataupun industri, namun kita bisa menciptakan sendiri peluang kerja tersebut sesuai dengan keahlian yang dimiliki," tuturnya.

Di tempat yang sama, perwakilan dari Internasional Man Power Japan Mirai Jaya, Sawaludin mengatakan, saat ini ada tiga orang alumni SMKN 1 Indralaya Selatan yang lulus magang ke Jepang.

Tiga orang itu ialah M. Rangga Ramadoni dan Wahyu Rizki Azhari alumni 2017, serta Ardiansyah alumni 2018," bebernya

Diungkapkannya, selain uang lelah para peserta magang ke Jepang tersebut juga mendapatkan uang pensiun dan bantuan modal usaha.

"Setelah selesai, para peserta magang akan mendapatkan uang pensiun sebesar Rp40 juta, dan bantuan modal usaha sebesar Rp100 juta. Jika kalian berminat untuk magang ke Jepang, segera lengkapi syarat-syaratnya dan daftar diri anda," pungkasnya. (app)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close