Ratusan Peserta Hadiri Goes to Campus


Arie Perdana Putra 2019-04-06 21:22:33 Palembang 41 kali

BPH Migas Goes to Campus sedang berlangsung

PALEMBANG, Kabar28.com,- Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Kota Palembang, kembali melaksanakan goes to campus, di gedung pasca Sarjana Universitas Sriwijaya (Unsri) Padang Salasa Palembang, Sabtu (6/4/2019).

Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Sistem Informasi Unsri, Dr. Ir. Muslim mengatakan, orang Palembang sudah banyak yang sukses di Jakarta, salah satunya adalah Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral, beberapa yang lalu melakukan kunjungan ke kota Prabumulih dan Palembang, di Kota Prabumulih akan dibangun Akamigas ketiga di Indonesia, sebenarnya kita dulu perusahaan gas agar Insure teknologi Sumatera yang ada diprovinsi Lampung, alhamdulillah Politeknik Akamigas Prabumulih kemudian kedua di Jakarta akan berdiri diprovinsi Sumsel yakni dikota Prabumulih yang sengaja diperuntukkan untuk kalian semua, ujarnya. 

Kemudian kami ucapkan atas ketidak hadiran dari rektor dikarenakan pada hari ini mempunyai empat agenda yang tidak bisa ditinggalkan maka dipercayakan kepada kami untuk menyampaikan kata sambutan, semoga tidak mengurangi arti dan makna dari kegiatan ini, dan permohonan maaf. Pada kesempatan ini kami juga mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada teman-teman di BPH Migas, yang mempercayakan kepada Unsri sebagai tuan rumah acara BPH Migas goes to Campus, dan BPH Migas melakukan diskusi disini, ini merupakan kegiatan yang kedua mudah-mudahan kerjasama Unsri dengan Menteri ESDM kepada BPH Migas dan Pertamina bisa berlanjut dan bisa ditingkatkan kedepan. Saat ini Migas merupakan hal yang sangat penting dan merupakan penyumbang energi terbesar didunia, baik energi minyak, gas, ataupun listrik, ungkapnya.

Menurut Kepala BPH Migas M.Fanshurullah Asa bahwa pihaknya sengaja menunjuk kota Palembang menjadi rumah dengan melibatkan 10 kampus dan organisasi kepemudaan. Acara ini dihadiri 500 mahasiswa. "Kita mensosialisasikan kepada kalangan mahasiswa juga mensosialisasikan sampai disektor kementrian ESDM. Pasalnya, walaupun BPH migas langsung dibawah Presiden tapi harus tetap berkoordinasi dengan Kementrian Energi Sumber Daya Dan Mineral Provinsi Sumsel merupakan jumlah gas terbanyak, seperti dikota Prabumulih ada 86 ribu masyarakat yang 80 persennya sudah memakai Jaringan gas, begitu juga kota Palembang ada 15 ribu masyarakat yang telah menggunakan jaringan gas, tegasnya.

Ditambahkannya Menteri ESDM berjanji jika tahun 2019 bisa dapat 1 juta sambungan Jargas kerumah warga, maka 200 ribunya akan diberikan ke provinsi Sumsel. Walaupun harga lebih murah dari gas elpiji 3 kg, tapi untuk penetapan satu harganya tetap BPH Migas. Pasalnya, ketika ada badan usaha yang menetapkan harga sepihak yang tidak menguntungkan masyarakat maka bisa diindikasikan korupsi. Jadi yang mengawasi dan menetapkan harga gas dan BBM itu BPH migas, bukan perusahaan Badan Usaha Milik Daerah. Sedangkan untuk titik-titik lokasi BBM satu harga di Indonesia, ada 133 titik lokasi yang akan dibangun.Tahun ini tinggal 37 lagi akan dibangun, dan di Sumsel ada di Kabupaten Sekayu dan Muratara yang akan dibangun, pungkasnya. (ant)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close