Diduga Sewenang-wenang, Kasat Narkoba Polres Muba Dipropamkan


Arie Perdana Putra 2019-03-04 17:27:58 Palembang 69 kali

PALEMBANG, Kabar28.com,- Leni Merlianti (36) didampingi dua kuasa hukumnya, M Yusuf Amir dan Novitasarie melaporkan Kasat Narkoba Polres Muba, AKP Hidayat Amin ke Sentra Pelayanan Pengaduan Bid Propam Polda Sumsel, Senin (4/3/2019). 

Warga Dusun III Kelurahan Sukarami, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin ini menceritakan, suaminya, Abi Selegar tidak pernah tersangkut dalam penyalahgunaan narkotika. Sejumlah barang berharga seperti emas dan uang tunai simpanannya dibawa petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Muba, saat penggeledahan di rumah korban pada 4 Januari 2019 lalu.

"Saya harap bapak Kapolda bisa memberikan keadilan kepada saya. Suami saya sudah dipenjara selama dua bulan, hingga sekarang belum ada kejelasan pengembalian uang, mobil, motor dan emas yang dibawa petugas," jelas Leni Merlianti usai diwawancarai sejumlah wartawan di Polda Sumsel. 

Dikatakan pengacara korban, M Yusuf Amir, petugas datang dan menggeledah tanpa disaksikan perangkat desa atau keluarga korban. Bukan hanya uang tunai dan puluhan emas saja yang diambil, namun mobil dan sepeda motor juga. Terlebih lagi, DVR CCTV milik korban dimatikan sebelum ditemukannya barang bukti sabu. Akibatnya klien kami mengalami kerugian sekitar Rp500 juta. 

"Memang sebelumnya kami sempat mempertanyakan harta benda korban kepada penyidik dan terlapor, beliau menanggapi akan mengembalikannya, namun tidak sesuai jumlah yang dibawa pertama kali. Jelas, klien kami keberatan, emas itu seberat 43 suku sedangkan uangnya sekitar Rp223 juta, mereka hanya mengembalikan Rp100 juta dan beberapa suku emas saja," tambahnya.

Lanjutnya, harta benda yang dimiliki kliennya tidak ada sangkut paut dengan penangkapan suami kliennya itu. 

"Polisi ini datang ke rumah klien kami, mereka mengggeledah dan tidak disaksikan oleh suami klien kami. Mereka mencabut DVR CCTV dan suami klien kami ini disuruh mengambil pisau di dapur untuk membedat kotak laci, setelah itu disuruh pergi menjauh, tidak lama kemudian kotak laci itu terbuka dan diketahui sudah terdapat sabu, padahal sebelumnya kotak tersebut hanya berisi uang tunai saja," jelasnya.

Oleh karena itu, lanjut Novitasarie, hendaknya Kapolda Sumsel dapat mengambil tindakan dan memberikan keadilan kepada kliennya.

"Karena sudah kita laporkan ke Propam, hendaknya Bapak Kapolda bisa segera menindakanjuti laporan kami dan menjadikan kasus ini atensi, jangan sampai terulang lagi. Karena faktanya, sering sekali anggota polisi menjalankan tugas diapangan bertindak sewenang-wenang, tidak sesuai dengan SOP kepolisian, sehingga tindakan perampasan atau pengambilan barang berharga sering sekali terjadi," tutupnya. (ard)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close