Saat Lakukan PSN, Kader Jumantik Dianiaya


Arie Perdana Putra 2019-02-04 10:32:16 Nasional 23 kali

Kader Jumantik yang dianiaya warga

JAKARTA, Kabar28.com,-Munculnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Ibu Kota belum mereda tetapi upaya pencegahannya malah berujung aksi kekerasan.

Sekelompok kader juru pemantau jentik (jumantik) di RW 05 Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, dianiaya seorang pria saat sedang melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), Jumat (1/2/2019) lalu.

Salah satu kader jumantik yang mengalami penganiayaan, Djayanti, mengaku Jumat pagi itu ia dan 12 kader lainnya tengah berkeliling di RT 08 RW 05 Lenteng Agung. Ketika sampai di rumah tersangka pelaku, Djayanti meminta izin untuk memeriksa rumahnya.

"Biasa, 'permisi, assalammualaikum, saya dari kader jumantik mau memeriksakan jentik-jentik nyamuk'. Izinnya ke bapak itu, ngomong baik-baik," kata Jayanti saat ditemui di rumahnya, Minggu kemarin.

Tersangka pelaku langsung beranjak dari duduknya dan naik pitam. Ia meminta agar jumantik pergi dan tidak usah membersihkan rumahnya, sebab dia bisa membersihkan rumahnya sendiri. Djayanti yang saat itu berada di luar pagar kemudian mengatakan akan memotret rumah si pelaku untuk bahan laporan ke kelurahan. Namun pelaku mengamuk dan mengancam para jumantik. Ibu-ibu lain meminta agar pelaku tak mengancam perempuan. Tiba-tiba, pelaku malah keluar dan mengejar rombongan jumantik.

"Dia ngejar dari belakang. Saya ngelihat saya didorong," kata Djayanti.

Rombongan ibu-ibu itu dipukuli dan didorong oleh pelaku. Salah satu kader jumantik bernama Nur Azizah dipukul sampai lebam matanya. Djayanti dan Desi luka di kepala karena didorong dan dibenturkan ke tembok. Usai peristiwa itu, kader jumantik langsung melapor ke polisi. Pelaku yang tinggal sendirian di rumah milik saudaranya itu sudah dibekuk. Sesuai prosedur Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyayangkan penganiayaan itu. Ia meyakini korban sudah bekerja sesuai prosedur.

"Kejadian ini adalah kejadian yang sepenuhnya bukan karena jumantik bertindak tidak profesional, jumantiknya bertindak sesuai dengan aturan, sesuai SOP, ada kasus di mana seorang warga merespon dengan cara yang tidak profesional," kata Anies usai mengunjungi korban penganiayaan itu.

Anies menguatkan mereka dan meminta agar mereka tak gentar. Ia berharap insiden itu hanya satu kasus dan tak terjadi di tempat lain.

"Kita mendukung, kita melindungi, dan ke depan semua jumantik terus semangat jangan khawatir menjalankan tugasnya," kata Anies.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengaku prihatin atas peristiwa itu. Menurut dia, kader jumantik sudah sesuai standar prosedur operasional. Mereka juga membawa surat tugas tiap melalukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

"Sebenarnya ada dasar Perdanya, PSN itu kan ada perda-nya dan kita sudah punya Perda Nomor 6 tahun 2007 tentang Pengendalian Penyakit DBD di DKI Jakarta," kata Widyastuti.

Apalagi, kata Widyastuti, DKI yang sedang dilanda kasus DBD membutuhkan kesadaran dari masyarakat soal pentingnya pemberantasan sarang nyamuk. Sebanyak 33.000 kader Jumantik di 3.200 RW bertugas untuk memastikan tak ada jentik nyamuk di lingkungannya.

"Jadi sebenarnya sudah kuat posisi kader untuk melakukan tugasnya. Kita dorong imbau warga untuk ayo sama-sama dengan kita semua memasitkan lingkungan kita itu bersih dan harus membuka diri jika ada kader untuk melakukan edukasi memantau bagaimana jentik yang ada di rumah," kata Widyastuti. (jum)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close