489 Warga Dompu Digigit Anjing Rabies


Arie Perdana Putra 2019-02-04 08:10:38 Nasional 103 kali

Petugas memberikan vaksin kepada anjing gila

DOMPU,- Sebanyak 489 warga di Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) digigit anjing. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu mencatat, jumlah kasus gigitan hewan penular rabies ini terus meningkat pascapemda menyatakan KLB rabies.

"Terus meningkat, baik dari gigitan baru maupun dari gigitan lama," terang Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu, Zainal Arifin, Senin (4/2/2019).

Kasus gigitan anjing ini tersebar di tujuh kecamatan di Dompu, tertinggi berada di Kecamatan Kempo dimana 262 warganya terkena gigitan anjing.

Dari 489 warga yang terkena gigitan anjing, 462 diantaranya telah diberikan vaksin anti rabies.

Kasus gigitan anjing gila di Dompu telah memakan korban jiwa. Hingga saat ini empat orang dilaporkan meninggal dunia setelah terkena gigitan anjing. Guna mencegah penyebaran rabies, saat ini petugas Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu telah mengambil sampel dan melakukan vaksin terhadap hewan penular rabies.

Dari total 72 sampel yang diambil, 10 ekor anjing dinyatakan rabies, 33 negatif rabies, dan 29 sampel diantaranya belum dikirim atau diperiksa. Hingga saat ini 1.729 ekor anjing telah diberikan vaksin rabies oleh petugas.

Selain anjing, 59 ekor kucing juga telah diberikan vaksin rabies. Untuk mencegah penyebaran rabies, 524 ekor anjing dan enam ekor kucing telah dieliminasi petugas.

Zainal mengatakan, kegiatan vaksinasi hingga saat ini masih terus dilakukan meski dengan peralatan yang terbatas.

"Untuk vaksin kami dapat bantuan dari pusat melalui Dirjen Peternakan Hewan Kementan RI sebanyak 3.000 dosis, peralatan yang ada di kami masih sangat terbatas," kata Zainal.

Zainal mengatakan, peralatan seperti perlengkapan vaksinasi dan alat pengaman diri (APD) masih minim karena tidak ada persediaan.

"Untuk sementara, saya minta ke teman-teman petugas selalu waspada dan melakukan vaksinasi pada ternak yang berpemilik dan tidak beresiko," kata Zainal.

Selain minimnya peralatan, petugas juga terkendala melakukan vaksinasi karena sebagian besar hewan berpemilik berada di ladang. (red/rel)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close