2019, Unsri Siap Terapkan UTBK Berbasis IT


Arie Perdana Putra 2019-01-16 18:25:28 Palembang 107 kali

Palembang, Kabar28.com,- Universitas Sriwaijaya (Unsri) yang berada dibukit besar hari ini melakukan jumpa pers mengenai pelaksanaan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2019 Pelaksanaan SNMPTN 2019 ini pun mengalami perubahan yakni dikoordinisasi oleh LTMPT (Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi) yang telah bersifat permanen, dan memiliki manajemen database terintegrasi. Dengan 3 tahapan seleksi masuk meliputi, SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk PTN), SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk PTN) dan Ujian Seleksi Mandiri (USM) yang menggunakan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang dihadiri oleh Rektor Universitas Sriwijaya Prof. Dr. Ir. H. Aniss Saggaf, Wakil Rektor, dan Hubungan Masyarakat (Humas) yang juga dihadiri para media yang dipusatkan digedung KPA Unsri, Rabu (16/1/2019).

Dikatakan oleh Rektor Unsri Prof. Dr. Ir. H. Aniss Saggaff bahwa diharapkan untuk para orang tua, kepala sekolah, guru, ujian UTBK tidak usah gugup, sama seperti dulu hanya waktu dahulu, hanya saja dulu menggunakan base on paper, dan itu harus kumpul ramai, ada yang macet dijalan, ada yang bangun kesiangan dan sebagainya. Oleh kenapa karena 20 ribu dengan waktu bersamaan, dan zaman sekarang sudah berubah yakni menggunakan ilmu teknologi (IT) dan cepat serta tepat, panitia pusat berfikiran agar lebih transparan, yang selama ini sudah transparan, tapi memerlukan waktu yang cukup lama yang harus discanning dan lainnya, lebih cepat menggunakan IT disamping itu juga bisa hemat tidak menggunakan kertas, hanya saja tesnya nanti sama seperti dahulu tapi menggunakan komputer, komputer menjangkau 20 ribu perguruan maka dilakukan secara bertahap, nanti anak-anak itu mendaftar, mereka akan dapat jadwal kapan mereka mengikuti tes, ujarnya. 

Kemudian diperkirakan itu jatah diperkirakan 20 kali sesuai jadwal, misalnya dipukul rata 20 ribu, sekali tes cukup 1000 dan dilakukan setiap hari, sehingga hampir tidak menggangu lalu lintas, seperti tidak ada tesnya ya sesuai dengan materi sekolah, materi dari sekolah, apa yang mereka pelajari atau ditambah bimbingan-bimbingan ya silahkan saja, karena itu merupakan usaha mereka. benang merahnya, adalah kita memperkenalkan anak untuk menggunakan IT, materi lebih terjaga, kalau belum dibuka belum tahu apa isinya sehingga tidak ada pengangkutan lagi, transparan, dan hasilnya lebih cepat, jadi tidak usah gugup, biasa-biasa saja, kepala sekolah, kepala dinas, termasuk guru supaya update rajin membaca termasuk orang tua, supaya anak jangan grogi, yang bukan berarti sesuatu diubah horor, tesnya seperti biasa seperti main i-pad, tapi menggunakan komputer kita, karena ini merupakan tahap pertama, ungkapnya. 

Ditambahkannya selagi mereka bisa menjamin kejujuran, transparansi, termasuk original dari pada soal yang tidak akan bocor, maka akan kita kembangkan kedepan. Masing-masing perguruan tinggi, sudah menyiapkan, kita mempunyai list, kita siap lebih dari 1000 perkali tes, kita mempunyai team IT yang selalu berkoordinasi dengan panitia pusat dibawah melalui Wakil Rektor 1 berjalan dan sampai saat ini tidak ada kendala, dan insya allah kita siap untuk itu saya memang sekarang menggerakan semua fakultas mempunyai komputer dan hot sport, termasuk perkuliahan kedepan dengan kelas multimedia, bukan hanya nongkrong, menunggu pemaparan dosen, kita inginkan ada komunikasi dan interaktif melalui IT, misalnya mahasiswa membawa laptop, tegasnya.

Menurut Wakil Rektor 1 dan Humas Unsri Zulkarnain bahwa untuk tesnya pada Sabtu dan Minggu, pada intinya pesertanya bisa tes bisa 2 kali, Seni dan Olahraga, kalau dahulu keterampilan, tertulis, cukup dengan fotopolio, intinya tesnya sama saja, SNMPTN adalah seleksinya tapi bahannya harus mengikuti UTBK, UTBK itu ada dua yakni Tes Potensi Skolatik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA) untuk Unsri sudah biasa, perlu diketahui oleh para calon peserta mengikuti UTBK untuk mengikuti kedua UTBK bisa dua kali, setelah ada pengumuman pertama tidak lulus, ada masa untuk pendaftaran sekali lagi, nampaknya sampai saat ini sudah fix, dan bisa ada kemungkinan akan berubah. Kalau seleksinya berdasarkan Raport kurang memuaskan karena nilai raport yang menentukan adalah sekolah bahkan juga ada sekolah yang dari semester pertama sampai terakhir nilainya sudah dikondisikan untuk masuk SNMPTN, begitu dinyatakan lulus, ternyata anaknya untuk prestasi tidak sesuai yang diharapkan, prestasi diperguruan tinggi dan prestasi disekolahan tidak sama, raportnya nilainya bagus, sedangkan nilai di SNMPTN tidak sesuai, dahulu diperguruan tinggi, Menteri menginginkan tanpa tes, tapi inilah yang menjadi masalahnya, dan dilakukan evaluasi lagi, kalau nilai raport itu bisa dipercaya, tapi kebanyakan tidak sesuai, pungkasnya.(ant)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close