Komplotan Bedat Rumah Mewah Dilumpuhkan


Arie Perdana Putra 2019-01-16 13:53:57 Palembang 36 kali

Ketiga tersangka terbaring usai menjalani perawatan

PALEMBANG, Kabar28.coml- Tiga dari enam komplotan bedat rumah mewah di Kalidoni berhasil dilumpuhkan dengan tiga butiran timah panas Tekab 134 dan Pidana Umum (Pidum) Reskrim Polresta Palembang.

Romi Saputra (20) warga Megang Sari Lorong Waringin Lintas Lubuk Linggau, Rendra Saputra (32) warga Pintu Besi Lorong Kalibaru RT 08 Kelurahan Ogan Baru dan Dedi Susanto (40) Jalan Dipo Lorong Imam RT 20 RW 04 Kecamatan Kertapati, hingga saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif penyidik di ruang Pidum Polresta Palembang.

Penangkapan tersangka berawal saat pembantu rumah korban, Helita terbangun dari tidur. Mengetahui pintu dan jendela rumah sudah terbuka, dirinya langsung memeriksa keadaan rumah. Karuan saja, barang-barang berharga sudah hilang.

"Saya diberitahu Helita pak. Ternyata benar, barang-barang sudah banyak yang hilang. Dua sepeda motor BG 6968 IF dan BG 2130 ABE, dua unit handohone, dua dompet berisi uang Rp246 ribu, jam tangan dan surat penting lainnya," kata korban.

Ketika diwawancarai tersangka Romi mengaku ditangkap saat berada di angkot Sekip. Dalam aksi kejahatannya ini, dirinya dijemput Jilid di Pasar Cinde. Dengan rombongan, berbagi tugas dengan pendapatan yang berbeda. 

"Malam itu saya mendapatkan handphone dan uang Rp300 ribu," jelas tersangka sambil memegangi kakinya yang terluka akibat luka tembak sebanyak tiga butir. 

Mengenai peranan komplotannya, tersangka Romi menambahkan, dirinya bertugas sebagai pengawas atau benteng. 

"Saya jaga Benteng atau pengawas, sedangkan yang masuk ke dalam rumah Jilid (DPO), Leo, Bondan (DPO), terakhir Yin dan Dedi selaku Joki atau standbye di sepeda motor," tambah residivis rutan Pakjo yang divonis 4,6 tahun dalam kasus narkoba.

Kanit Pidum, Iptu Tohirin membenarkan penangkapan tersangka. "Kami terpaksa melumpuhkan para tersangka karena mencoba melakukan perlawanan. Sejumlah barang bukti sudah kami amankan dan kini masih terus kembangkan kasusnya," jelas Tohirin, saat dibincngi di ruang kerjanya. (Ard)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close