Hingga Akhir 2018, BNNP Sumsel Terima 71 Laporan


Arie Perdana Putra 2018-12-21 15:17:25 Palembang 56 kali

Press release di BNNP Sumsel

PALEMBANG, Kabar28.com,- Pada akhir tahun Badan Narkotika Negara Provinsi (BNNP) Sumsel mengadakan Press release terkait capaian kinerja tahun 2018 ini. Tujuan dari kegiatan adalah agar masyarakat dapat memberikan saran dan kritikan kepada BNNP Sumsel terkait kinerjanya selama ini. Pada kesempatan tersebut juga BNNP Sumsel berharap mendapatkan dukungan (suport) dari Pemerintah Provinsi.

Kepala BNNP Sumsel Thurman Panjaitan mengungkapkan jika hingga saat ini ada sebanyak 9 BNNK di Sumsel, sedangkan masih ada 8 BNNK yang kosong. Hanya 3 yang memiliki kantor BNNK sendiri sedangkan sisanya masih mengkontrak di ruko dan sebagainya.

"Dari fasilitas saja BNNK dan BNNP memiliki banyak sekali kekurangan. Tapi kinerja terus meningkat demi menekan angka narkoba di Sumsel," jelasnya Jumat (21/12/2018).

Lebih jauh ia menjelaskan pada tahun ini dana yang diberikan oleh pemerintah sebesar Rp 25 m sedangkan yang direalisasikan baru Rp 20 m saja. Semua dana tersebut sudah termasuk gaji dan sebagainya selama satu tahun ini.

"Dengan dana yang masih minim tersebut BNNP tetap harus bekerja secara maksimal," terangnya.

Sedangkan untuk tersangka 102 orang, sudah P21 51 orang, 71 (2LKN TPPU) orang. Sedangkan untuk barang bukti sabu  sebesar 32.903,900 gram, ekstasi 5.439,5 butir, ganja 622 gram.

Total sebaran informasi P4GN 958.131 dari target 1.131,361. Jadi hampir tiap hari sebaran informasi tentang narkoba terus digaungkan. Agar tidak ada masyarakat yang terjerumus ke Narkoba baik sebagai pengguna apalagi menjadi bandarnya.

Sekarang ini, sambung dia, ada sebanyak 209 masyarakat yang melakukan rawat jalan terkait narkoba. Berobat di RS Ernaldi Bahar hanya 1 Minggu yang ditanggung BPJS. Hendaknya Pemrov Sumsel memperhatikan nasib para pencandu narkoba yang sudah mau berbenah ini. 

"Seharusnya mereka mendapatkan perawatan selama satu tahun untuk bisa sembuh total. Memperihatikan jika yang tercandu narkoba adalah masyarakat miskin. Perlu dukungan dari Pemprov sendiri untuk mendukung mereka agar bisa sembuh total," jelasnya. (ant/ard)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close