Bea Cukai Musnahkan Hasil Operasi Pasar Selama Tahun 2018


Arie Perdana Putra 2018-12-13 19:27:14 Palembang 102 kali

PALEMBANG, Kabar28.com,- Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kantor Wilayah Sumatera Bagian Timur memusnahkan barang-barang yang dilarang dan dibatasi, hasil penindakan selama tahun 2018. Pemusnahan jenis rokok dilakukan dengan cara dibakar, sementara minuman keras ilegal dilindas dengan alat berat, Kamis (13/12/2018). 

Pada tahun 2018 Kantor Wilayah DJBC Sumbagtim dan KPPBC di lingkugannya berhasil melakukan penindakan sebanyak 636 penindakan. Itu terdiri dari 176 pelanggaran impor barang kiriman pos, 327 pelanggaran cukai HT, 33 pelanggaran umum, 75 pelanggaran impor barang penumpang, sembilan pelanggaran cukai MMEA lokal dan 14 plgaran cukai MMEA lokal impor. Total nilai barang keseluruhn hasil penindakan yang berhasil dilakukan sebesar Rp71,88 Miliar, dengan potensi kerugian negara mencapai Rp20,55 Miliar. 

Sementara Kanwil DJBC Sumbagtim dan KPPBC TMP B Palembang memusnahkan barang milik negara sebanyak Rp108 juta batang rokok, dengan perkiraan nilai mencapai Rp543 juta dan potensi kerugian negara mencapai Rp503 juta.

10.756 MMEA dengan perkiraan nilai sejumlah Rp1,08 Miliar dan potensi kerugian negara Rp1,2 Miliar dan 277 Kilogram tembakau iris dengam perkiraan nili brg sbsr Rp36 juta dg potensi kerugian negara mencapai Rp8,3 juta.

Adapun total nilai barang keseluruhan hasil penindakan yang berhasil di lakukan sebesar Rp2,58 Miliar dengan potensi kerugian negara mencapai Rp1,94 Miliar. 

"Barang-barang yang kita musnahkan sekarang ini merupakan hasil operasi pasar. Sebelumnya pemusnahan ini, kita juga sudah mendapatkan persetujuan dari kantor pelayanan kekayaan negara dan lelang Palembang," kata Kepala kantor Wilayah Bea Cukai, M Agus Rofiudin saat press release. 

Dikatakan Agus, DJBC memiliki tantangan dalam melindungi masyarakat dari masuk atau keluarnya barang-barang berbahaya untuk lingkungan, kesehatan, keamanan dan ketertiban masyarakat, serta turut membantu pengembangan dunia usaha. 

"Oleh karena itu, kami juga berharap peran aktif masyarakat untuk menyampaikan informasi, mengawasi peredaran barang kena cukai sebagai upaya mencegah dan menghentikan peredaran rokok maupun minuman keras ilegal yang dapat mengganggu penerimaan negara maupun penyebab keresahan sosial masyarakat. Dan kami akan tetap meningkatkan kegiatan pengawasan dan juga penyuluhan," tandasnya. (ard/ant)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close