Kementerian Pertanian Produktifkan 200 Ribu Hektar Lahan Rawa Tidur


Arie Perdana Putra 2018-12-06 15:55:08 Palembang 31 kali

PALEMBANG, Kabar28.com,- Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman mengatakan, Kementerian Pertanian sudah mengirim 20 eksavator besar senilai Rp60 miliar.

Hal itu dikatakannya saat Rapat Koordinasi Program Selamatkan Rawa Sejehtarakan Petani (Serasi) Menuju Lumbung Pangan Dunia 2045 Kementrian Pertanian, di Palembang, Kamis (6/12/2018).

"Di sini ada 500 ribu hektar lahan rawa tidur, untuk tahap pertama 200 ribu hektar lahan tidur akan diproduktifkan. Jika program ini berhasil maka pendapatan petani naik menjadi Rp12 triliun. Kami diperintahkan membangun Sumsel menjadi lumbung pangan nasional," katanya.

Lanjutnya, varietasnya baru bernama invari sangat cocok ditanam di daerah rawa. Produksinya dalam satu hektar bisa menghasilkan 6 ton. Selain bertanam padi juga bisa diintegrasikan dengan memelihara ayam, ikan dan sayuran. Semuanya bibit unggul, irigasinya nanti akan menggunakan pompanisasi. Untuk kelembagaannya koperasi yang korporasikan. Namun petani memiliki saham 49 persen. Untuk gabahnya 100 persen milik petani. 

"Kemudian untuk satu kiporasi memiliki 5.000 hektar. Untuk anggarannya satu hektar itu Rp5.000.000. Biayanya itu sharing, eksavator dibiayai pemerintah pusat, solar Bupati dan biaya operator oleh Gubernur. Semuanya bertanggung jawab. Bantuan itu diberikan tahun pertama saja, dan saya berpesan kepada  Kapolda dan Pangdam untuk ikut serta mengamankan program ini. Program ini akan dikenal dunia. Saya pastikan kalau program ini berhasil kemiskinan di Sumsel turun jadi 7 persen," ungkapnya.  

Ditambahkannya, dulu ada jumlah mahasiswa pertanian Indonesia sangatlah sedikit peminatnya. Karena petani identik miskin dan bodoh. Tapi sekarang itu keliru petani identik kaya dan sukses. Saya titip ke Bupati Banyuasin minimal 150 ribu lahan rawa, yang tidak serius tidak usah diberi karena ini anggaran triliunan.

"Kalau program ini berhasil,  negara ini sangat kuat. 500 ribu hektar rawa di sini kita bangun untuk petani agar Sumsel jadi lumbung pangan Indonesia. Karena ketahanan pangan adalah ketahanan negara. Pemerintah bisa roboh kalau pangan goyah," bebernya.  

Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menambahkan, alam di Sumsel sangat subur tapi jika tidak dikelola dengan komitemen akan sia-sia, Maka sekarang Bupati dan Wali Kota harus meyakini penurunan kemiskinan dengan adanya SDA  bisa menekan kemiskinan secepat mungkin.

"Waktu menjadi Bupati Ogan Komering Ulu Timur angka kemiskinan disana 17,5 persen. Namun setelah 4 tahun berjalan, dirinya bisa menurunkan angka kemiskinan diatas 8 persen. Komitemen ini dibangun dari perda alih fungsi, komitmen ini harus dimulai dari pimpinan. Kita buat perda lahan alih fungsi. Tidak sembanarangan mengubah lahan pertanian menjadi perumahan. Bahkan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menjadikannya acuan jadi Undang-Undang betapa penting semangat petani. Tanpa mereka apa artinya komitmen kita. Sumsel berkomitmen, menginisiasi daerah untuk membeli langsung beras petani. Berasnya kita ambil kita berikan kepada pegawai, artinya petani tidak diabaikan," pungkasnya. (ant)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close