Media Harus Hindari Hoax


Arie Perdana Putra 2018-12-01 18:48:56 Palembang 107 kali

Foto bersama usai pelantikan pengurus AMSI SUMSEL

PALEMBANG, Kabar28.com,- Media massa berfungsi untuk memberi informasi dan sebagai kontrol sosial. Semua berita yang dipublikasi harusnya terhindar dari berita bohong (hoax), menjelekkan seseorang, lembaga atau pemerintah.

Media massa harusnya menjadi sumber penjernihan informasi bukan menambah keruh sebuah masalah yang ada.

Hal itu disampaikan salah satu pengurus Dewan Pers, Imam Wahyudi saat menghadiri pelantikan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sumsel, di aula gedung DPRD Sumsel, Sabtu (01/12/2018).

"Pers jangan sampai dicederai oleh preman komunikasi. Pers harus menjadi dirinya sendiri dan patuh pada kode etik di lembaga pers itu sendiri," katanya.

Dijelaskanya, saat ini banyak media yang berlari dari fungsi awalnya. Seperti menjadi pencari materi dan suka memberitakan sesuatu sesuai pesanan saja.

"Sebetulnya tidak seperti itu fungsi pers. Pers harus tumbuh menjadi penyeimbang dalam pemberitaan dan memberikan muatan yang positif bagi siapapun yang membacanya," ujarnya.

Jadi, pers sambungnya, harus menjadi sebuah jembatan yang memberikan sebuah pencerahan. Syarat dalam sebuah pemberitaan adalah konfirmasi. Sehingga semua sumber di dalam pemberitaan harus benar sepenuhnya, jangan hanya asal menjimplak dari media lain.

"Semangat idealisme yang memberikan kebenaran. Wartawan bukan hanya bisa menulis berita saja, tapi harus mempunyai ideologi yang baik," bebernya.

Lanjutnya, mengapa berita bohong sering timbul dan terus berkembang, sebab ada satu komunitas yang membangun itu. Awalnya dari media kecil kemudian diambil oleh media besar kemudian menjadi viral. Sehingga masyarakat menganggapnya sebagai hal benar.

"Media juga kebanyakan mudah terpancing sehingga mengangkat isu yang sebenarnya kecil atau tidak benar. Menjadi sebuah berita yang heboh dan terlihat benar," jelasnya.

Sementara itu Pengamat Politik, Bagindo Togar yang turut hadir dalam acara itu mengatakan, berita bohong bisa tumbuh akibat rasa malas menkonfirmasi sebuah fakta serta kecenderungan akibat kebodohan, karena tidak mau mencari kebenaran itu sendiri.

"Jadi hoax akan terus ada selama masyarakat atau seseorang masih bersikap masak bodoh serta tidak mau mengoreksi sebuah kebenaran sebuah informasi tersebut. Peran aktif dari pemerintah juga diharapkan bisa aktif dalam menuntaskan masalah ini semua," ungkapnya.

Lanjutnya, hoax akan hilang jika masyarakat sudah baik dalam menyerap sebuah informasi. Pemerintah diharapkan juga terus memberikan ilmu kepada masyarakat.

"Agar jika masyarakat mendapatkan atau menerima berita hoaks maka mereka bisa mengantisipasi hal tersebut," tutupnya.

Ketua AMSI Sumsel, Sidratul Muntaha usai dilantik menghimbau kepada para wartawan agar tetap profesional dalam menjalankan tugas.

"Tetap ada koridor yang ada, jangan melenceng, sebab semua ada aturannya,  jika tidak itu akan menjadikan buruk bagi profesi kita," ucapnya. (ard)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close