Askonas Terapkan Zero Accident


Arie Perdana Putra 2018-11-27 19:47:35 Palembang 91 kali

Rapimda Askonas

PALEMBANG, Kabar28.com,- Asosiasi Kontraktor Nasional bersama dengan Hatsindo provinsi Sumatera Selatan Mengadakan Rapat Pimpinan Daerah ( Rapimda ) dengan mengambil tema konsolidasi organisasi dalam menghadapi akreditasi asosiasi sesuai dengan Undang-Undang Nomer 2 tahun 2017 yang dihadiri langsung oleh Gubernur provinsi Sumatera Selatan, Ketua Askonas provinsi Sumatera Selatan, serta undangan lainnya yang dilaksanakan dihotel Amaris, Selasa (27/11/2018).

Dikatakan oleh Ketua Askonas Provinsi Sumatera Selatan  (Sumsel) H. Rusmin Manaigani bahwa hari ini kita melaksanakan Rapat Pimpinan Daerah yang dilaksanakan selama 1 hari yang kita ambil temakonsolidasi organisasi dalam menghadapi akreditasi asosiasi sesuai dengan Undang-Undang Nomer 2 tahun 2017 tentang jasa konstruksi di Indonesia dan serta ada pelatihan ahli muda K 3 konstruksi dari hari ini sampai tanggal 1 Desember 2018 bahwa kita siapkan tenaga ahli K 3 konstruksi guna mencapai zero accident dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi diprovinsi Sumsel, ungkapnya.

Kemudian berdasarkan dari pasal 30 yang berbunyi bahwa sebagian petugas pemerintah mengenai sertifikasi asosiasi badan usaha maupun asosiasi profesi, pemerintah mendelegasikan sebagian tugasnya kepada asosiasi itu, untuk itulah kita secara inisiatif untuk rapimda mengangkat tema tersebut, karena tentunya kita sebagai asosiasi mempunyai anggota lebih banyak, berharap bisa untuk mensertifikasi anggota kita sendiri, untuk anggota Askonas diSumsel sudah mencapai 600 anggota. Untuk Hatsindo itu lebih kepada profesi artinya perorangan mencapai 700 anggota untuk diprovinsi Sumsel sedangkan secara nasional ada 11 ribu anggota, tegasnya.

Ditambahkannya agar bisa mencapai zero accident pelaksanaan pengerjaan kontsruksi maka kita adakan pelatihan, itu yang kita harapkan dan intinya itu yang kita targetkan untuk mencapai itu khususnya diSumsel. Makanya kita berusaha melakukan pelatihan-pelatihan, serta penyegaran ilmu mengingatkan kembali kepada tenaga ahli dan tenaga terampil mengingat kembali ilmu yang pernah dipelajari, ini tidak terbatas untuk pelatihan angka K3 selanjutnya mungkin kedepan akan ada untuk pembangunan, jalan, irigasi, secara luasnya melakukan pelatihan tentang perencanaan, karena semuanya terkait, yang dilihat mereka sudah betul-betul inilah yang dimaksudkan agar mereka selalu menambah ilmu dibidang jasa konstruksi. Pertama mempelajari peraturan pelatihan, mempelajari savety dilakukan, apabila diterapkan diimplementasikan dilapangan, semua petunjuk yang sudah dipelajari didalam modul itu, yang insya allah apabila didalamnya dan dimengerti tidak akan terjadi, apabila peraturan Perundang-undang diterapkan, akan zero accident. Didalam pelaksanaannya bila dilengkapi dengan alat pelindung diri, kebanyakan tenaga kerja baru lanjut kepada kegagalan, tergantung  dari perencanaan awal dan barulah kepada pelaksanaannya, dan apabila ada kesalahan, tapi bila telah sesuai tidak akan terjadi kerawanan dan tidak akan terjadi kegagalan," pungkasnya. (ant)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close