FH Unsri Juarai Kompetisi Peradilan Semu Anti Korupsi


Arie Perdana Putra 2018-11-21 21:15:08 Palembang 103 kali

Delegasi FH UNSRI

PALEMBANG, Kabar28.com,- 18 mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Sriwijaya (Unsri) berhasil memenangkan Kompetisi Peradilan Semu Anti Korupsi tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), 16-20 November lalu.

"18 mahasiswa yang tergabung dalam Asia Law Students Asosiation Local (ALSA) Chapster Unsri ini didaulat sebagai juara pertama, setelah mendapatkan predikat Majelis Hakim terbaik, Penuntut Umum Terbaik, Saksi Terbaik, Panitera Terbaik, Berkas Terbaik dan Ahli Terbaik," kata Abdullah Ghofar saat membuka Welcoming Ceremony, di Aula Unsri Bukit Besar, Palembang, Rabu (21/11/2018).

Lanjutnya, lomba yang bertajuk National Anti Corruption Moot Court Competition (NACMCC) itu merupakan kompetisi peradilan semu tingkat nasional pertama di Indonesia, memperebutkan Piala KPK dan diikuti oleh Universitas Sriwijaya, Universitas Suryakancana, Universitas Muhammadiyah Aceh, Universitas HKBP Nommensen, UIN Alauddin, Universitas Muslim Indonesia, UIN Ar-Raniry, Universitas Samudra, IAIN Zawiyah Cot Kala.

"Delegasi mahasiswa FK Unsri yang mengikuti kompetisi peradilan semu piala KPK RI sudah berangkat ke Aceh pada 13 November 2018. Untuk meraih prestasi itu tidak mudah, karena mereka harus menyiapkan berkas selama 7 bulan baru mengikuti kompetisi tersebut," terang dia.

Menurutnya, sebelumnya FH Unsri sebelumnya juga mengikuti debat yang digelar oleh MPR untuk tingkat regional di Palembang. "Selain itu, FH Unsri juga menjadi juara I serta juga meraih juara II pada kompetisi yang dilakukan Universitas Islam Syarif Hidayatullah di Jakarta,” katanya.

Wakil Rektor IV Unsri, A. Muslim mengapresiasi prestasi yang diraih anak didiknya tersebut. Ia melihat, selama 2018 perkembangannya begitu baik, dan berharap ke depan nilai kegiatan dan capaian juara mahasiswa bisa tinggi.

"Saya ingin kegiatan mahasiswa ini terstruktur, sistimatik dan bisa menghasilkan juara. Kalau bisa jangan juara nasional saja, ke depan bisa juara level Asian, Eropa dan Dunia,” harapnya.

Sedangkan Ketua Komisi III DPRD Sumsel, Holda menyambut baik diraihnya piala bergilir dalam kompetisi peradilan semu piala KPK RI tersebut. Dirinya juga menyarankan agar mahasiswa ini bisa menunjukkan keberhasilannya kepada Gubernur dan DPRD Sumsel agar apa yang diinginkan bisa dikabulkan.

"Apalagi BUMN wajib mengeluarkan CSR nya, kami sebagai anggota DPRD dari Komisi III bisa mendorong untuk menganggarkan di bidang pendidikan ini, DPRD Sumsel sangat berkomitmen pada anggaran yang berpihak kepada mahasiswa terutama pendidikan di Sumsel," ujarnya.

Sementara itu Ketua Delegasi FH Unsri, M Ridwan menjelaskan, pihaknya mempersiapkan selama tujuh bulan untuk mengikuti kompetisi peradilan semu piala KPK RI tersebut. Hingga hari ini banyak biaya yang kami butuhkan mungkin lebih dari Rp70 juta, untuk berkas saja hampir Rp20 juta belum biaya lain.

"Tim ini sempat bubar setelah satu setengah bulan melakukan pemberkasan penyidikan, karena panitia membatalkan acara tersebut sehingga kita menangis, namun setelah itu ada pemberitahuan panitia kalau acara tersebut tetap dilanjutkan," bebernya.

Di tempat yang sama, salah satu delegasi mahasiswa FH Unsri, M Briliyan Alvayedo mengatakan, kalau secara pribadi dia mendapatkan juara untuk kategori saksi terbaik dan ahli terbaik.

"Selanjutnya ke depan kami akan ikut piala Mahkamah Agung di Purwokerto pada Februari mendatang. Dengan penghargaan ini saya berharap Unsri semakin terpandang dan sejarar dengan Universitas hebat lainnya di Indonesia," tuturnya. (ard)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close