6 UMKM di Sumsel Terima Penghargaan


Arie Perdana Putra 2018-11-15 21:41:07 Palembang 110 kali

Penganugerahan kinerja dan produktivitas perusahaan siddhakarya

PALEMBANG, Kabar28.com,- Sedikitnya 6 dari 18 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Sumatera Selatan (Sumsel), menerima Anugerah Kinerja dan Produktivitas Perusahaan Siddhakarya, di Gedung Sebaguna PT. Pusri Kamis (15/11/2018).

Direktur Bina Produktivitas Kementerian Tenaga Kerja RI, M. Zuhri mengatakan, pemberian penghargaan tersebut tentunya memberikan efek positif bagi perusahaan kecil dan menengah.

"Ada 7 kriteria produktivitas yakni kepemimpinan, majemen, fokus, pelanggan, analisis, penelitian dan produktivitas. Saat ini, negara paling produktif di Asia Tenggara adalah Singapura, Malaysia, Thailand dan Indonesia," katanya.

Ditambahkannya, yang membuat rendahnya produktivitas di Indonesia adalah karena tingginya korupsi,belum efektifnya birokrasi, susahnya akses kelompok kecil dan menengah dan kurangnya infrastrktur.

"Oleh sebab itu Presiden Jokowi mengutamakan pembangunan infrastrktur, dan menargetkan peningkatan kualitas SDM 1 tahun ke depan. Untuk mewujudkannya perlu sinergi antara pemerintah pusat, daerah, perusahaan dan UMKM," ujarnya.

Sementara, Asisten I Pemprov Sumsel, H. Ahmad Najib menjelaskan, Anugerah Kinerja dan Produktivitas Perusahaam Siddhakarya sudah sesuai dengan visi dan misi Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru yakni Sumsel Maju untuk Semua.

"Semua pihak harus bersama-sama mewujudkan kesejahteraan masyarakat, ini penting komitmen dari perusahaan dan UMKM," jelasnya. 

Kepala Dinas Tenaga Kerja Sumsel, Koimuddin menjelaskan, Anugrah Kinerja dan Produktivitas Perusahaan Siddhakarya diseleksi di 17 kabupaten dan kota yang diikuti 18 UMKM di Sumsel.

"Dari 18 UMKM itu terseleksi 6 UMKM di tingkat provinsi, dan akan diikutkan ke tingkat pusat. Melalui penganugrahan ini yang menjadi penilaian adalah mulai dari sistem produksi, akidah, higenitas dan lainnya. Kita berharap ada UMKM dari Sumsel yang bisa meraih prestasi di tingkat pusat," pungkasnya.(ant)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close