Penculikan Bocah 9 Tahun Masih Tanda Tanya


Arie Perdana Putra 2018-11-06 08:30:48 Hukum 55 kali

Rumah yang diduga menjadi lokasi penculikan

SURABAYA, Kabar28.com,- Di tengah maraknya isu penculikan anak, polisi dikejutkan dengan laporan seorang bocah berumur 9 tahun yang mengaku lolos dari upaya penculikan dua pria tak dikenal.

Upaya penculikan disebutkan terjadi pada hari Minggu (4/11/2018) di Dusun Tegalsari, Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Menurut pengakuan korban, ia dibawa ke sebuah rumah kosong di Perumahan Griya Permata Meri, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

Namun bocah laki-laki ini berhasil kabur saat pelaku lengah. Sampai di rumah, anak itu langsung menyampaikan upaya penculikan itu kepada ibunya. Setelah itu bersama sang ibu, warga Dusun Trenggumung, Desa Tambakagung, Kecamatan Puri itu melaporkan apa yang baru dialaminya kepada pihak berwajib.

"Malam ini kami menindaklanjuti informasi seorang anak yang dibawa dua orang laki-laki yang tidak diketahui identitasnya," kata Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Muhammad Solikhin Fery kepada wartawan saat meninjau diduga lokasi penculikan di Perumahan Meri, Minggu (4/11/2018).

Ditambahkan Fery, anak ini mengaku dibawa kedua pria tersebut ke rumah kosong ini dengan mengendarai sepeda motor.

Namun malamnya saat melakukan pengecekan ke lokasi, polisi mengaku tak menemukan apapun. "Kami lakukan pengecekan ke beberapa tempat yang menurut anak ini menjadi tempat dia dibawa oleh dua pria tersebut. Namun sampai saat ini kami belum mendapatkan bukti pendukung yang sesuai dengan yang disampaikan anak tersebut," terang Fery.

Didampingi ayah dan ibunya, anak itu diminta polisi menunjukkan tempat di mana ia diduga dibawa oleh pelaku penculikan. Salah satunya sebuah rumah kosong di Blok A2 No 34, Perumahan Griya Permata Meri, Kelurahan Meri.

Nampak dari luar, rumah ini lama tak berpenghuni. Bagian depan rumah kotor serta rumput tumbuh liar. Pada kedua sisi pagar terdapat tulisan warna hitam Jual LPG. Bagian dalam rumah nampak gelap. Meski pintu terkunci rapat, jendela depan berlubang lantaran tanpa kaca.

Celah pada jendela dengan lebar sekitar 50 cm itu hanya ditutup dengan daun jendela yang lebih lebar. Persis di depan jendela terdapat 2 tas koper yang sudah berdebu.

"Anak ini mengaku dibawa dua orang naik sepeda motor ke rumah kosong. Kami juga sudah cek rumah kosongnya," kata Fery.

Polisi pun melakukan pengecekan di rumah ini hingga pukul 02.00 WIB. Proses penyelidikan akhirnya dihentikan sementara supaya anak tersebut bisa beristirahat.

Karena tak menemukan bukti pendukung, polisi kemudian memperdalam penyelidikan pada pengakuan si bocah.

"Kami akan perdalam lagi apa yang disampaikan korban. Karena hingga sekarang hanya sebatas pengakuan dari si anak kecil ini saja," tandas Fery.

Namun ternyata pada keesokan harinya terkuak fakta bahwa anak yang baru duduk di kelas 5 SD itu berbohong. Dugaan ini sudah muncul ketika polisi mengecek rumah kosong yang diklaim korban menjadi lokasi penculikannya.

Menurut Fery, beberapa bagian kisah penculikan yang disampaikan si anak tak sesuai dengan fakta di lapangan. Pertama, terkait rumah kosong yang diduga menjadi lokasi penculikan.

"Faktanya di rumah itu tak ada orang masuk. Pintu penuh sarang laba-laba, tak rusak, lantai berdebu tak ada bekas tapak kaki. Kondisi di dalam rumah tak sesuai yang dia ceritakan. Kata dia ada kursi, minuman, lampu. Faktanya tak seperti itu, rumah itu kosong, tak ada tanda-tanda orang masuk belum lama ini," ungkapnya.

Kedua, anak ini akhirnya mengakui jika sebagian cerita yang disampaikannya kepada polisi merupakan karangan semata.

"Kisah ada dua anak kecil di dalam rumah itu dia mengakui hanya mengarang cerita. Menurut dia, dia hanya dibawa ke rumah itu. Di situ dia disuruh pelaku ngomong ke orang-orang kalau diculik, lalu dilepas, itu saja," tutup Fery.

Jadi sebenarnya anak ini betulan diculik atau tidak ya?

sumber: detikcom

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close