Pemprov Sumsel Siap Bantu Dana Penelitian Dosen


Arie Perdana Putra 2018-10-30 15:23:02 Palembang 71 kali

Kadisdik Sumsel didampingi Direktur Polsri

PALEMBANG, Kabar28.com,- Forum In Research Science And Teknology (FIRST) melaksanakan Pembukaan technology for Suistainable Deevelopment in Supporting Prosperous Human Exustince yang kerjasama dengan Politeknik Negeri Sriwijaya yang sebagai narasumbernya adalah oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan dan dan Direktur Polsri, di Hotel Horison, Selasa (30/10/2018). 

Dikatakan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Widodo, ini forum bagi dosen untuk memeparkan hasil penelitiannya. Ini tahap awal sebelum di jurnal internasional.

"Ini tahap awal untuk menjadi profesor yakni penelitian dan jurnal internasional. Polsri belum ada profesor, tapi alumninya sudah ada yang profesor. Pemprov Sumsel siap membantu para dosen untuk dana penelitian, acara ini biasanya diselenggarakan setahun sekali. Kalau bisa ini diselenggarakan setahun 4 kali. Sehingga peluang dosen Polsri untuk menjadi profesor lebih besar,'' ujarnya. 

Kemudian Sumsel memiliki program kuliah gratis. Kalau bisa Polsri bermitra dengan Perguruan Tinggi (PT) di Luar Negeri. Sehingga mahasiswa yang meraih program kualiah gratis di Polsri, bisa mendapatkan pendidikan luar negeri. Misalnya satu tahun kuliah di Polsru, dua tahun kuliah di luar negeri. Sehingga pengetahuan mahasiswa lebih maju,'' ungkapnya.

Menurut Direktur Polsri, Ahmad Taqwa, penelitian ini adalah salah satu tugas dosen. Tugas dosen itu mengajar, meneliti dan mengabdi. Kita belum ada profesornya. Memang kita perlu banyak penelitian, berdasarkan UU Nomor 12 Tahun 2012  tentang Pendidikan Tinggi. Untuk dosen Politeknik menjadi pofesor itu dipermudah.

"Pemrov siap memberikan bantuan untuk penelitian, dengan tujuan dapat mengembangkan wilayah Sumsel untuk meneliti daerah ini,'' tandasnya. 

Ditambahkannya, Polsri vokasinya lebih dekat dengan industri. Saat ini ada satu dosen kita yang siap untuk gelar profesor. Satu lagi menyusul, di Indonesia untuk Politeknik baru ada 5 profesor.

"Hambatannya kelemahan dosen ini kelemahannya untuk menulis. Tapi mereka unggul dalam praktek.  Tidak hanya dosen Polsri yang lemah menulis. Dosen di Politeknik lain kelemahan terbesarnya menulis. Karena dengan menulis kemampuan memberikan informasi, penjelasan kepada orang tentang ilmu yang ditelitinya," pungkasnya. (ant)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close