Menteri di Australia Diancam Dibunuh dan Diperkosa


Arie Perdana Putra 2018-10-23 10:40:43 Internasional 71 kali

Leeanne Enoch

QUEENSLAND,- Menteri Lingkungan Hidup negara bagian Queensland, Australia, Leeanne Enoch mendapat ancaman diperkosa dan dibunuh setelah mengecam reklame yang mempromosikan perdagangan senjata. Reklame dari pedagang senjata Gun World ini dipasang di daerah pemilihan (dapil) sang menteri.

Reklame itu menampilkan sosok wanita yang mengenakan pakaian bertema Santa memegang pistol dengan slogan: "Santa tahu hadiah Natal yang Anda sangat inginkan".

Enoch yang sebelumnya menjabat Menteri Usaha Kecil memposting petisi di akun Facebook-nya, meminta agar reklame itu diturunkan. Pasalnya, kata dia, hal itu tidak mencerminkan masyarakat yang kita inginkan, masyarakat yang bebas dari senjata.

"Reaksi pertama saya yaitu ketakutan," katanya kepada ABC.

Postingannya itu mendapatkan ribuan komentar di akun FB-nya.

Di antaranya ada yang menulis: "Semoga orang masuk ke rumahmu, memperkosa dan membunuhmu", "Tembak saja si jalang ini", serta "Ingat hal itu saat (kau) diperkosa".

Enoch mengaku sempat memikirkan apakah dia benar-benar berada dalam bahaya.

Pasalnya, kata dia, mereka ini adalah pendukung penghapusan UU Senjata dan punya akses ke senjata.

Tanggapan kelompok lobi industri senjata.

Menteri Leeanne Enoch mengecam munculnya reklame dari pedagang senjata Gun World. (AAP: Dave Hunt)

Postingan Enoch di medsos tersebut juga memicu kemarahan kelompok lobi industri senjata, Shooting Industry Foundation of Australia (SIFA).

SIFA menuduh Henokh ingin menyingkirkan semua senjata dari masyarakat.

"Begitu memalukan bila usaha kecil yang legal, terbuka dan etis harus jadi sasaran anggota DPR Queensland dari Partai Buruh," kata SIFA.

"Begitu memalukan politisi yang sama adalah juga menteri urusan usaha kecil," tambahnya.

Kelompok lobi industri senjata menyebut petisi Enoch itu sebagai alasan mereka mendukung kampanye yang mereka sebut "Flick em" dalam Pemilu di negara bagian itu akhir tahun lalu.

SIFA menyumbang $ 220.000 ke kampanye "Flick em yang menelan biaya $ 555,460 saat itu.

Kampanye "Flick em" bertujuan untuk memaksa Parlemen Queensland memiliki komposisi tanpa mayoritas (Hung Parliament).

Parpol-parpol kecil yang mendapatkan keuntungan dari kampanye ini di antaranya Partai One Nation dan Katter's Australian Party (KAP).

Partai KAP dipimpin Bob Katter, mertua dari Direktur SIFA Robert Nioa.

Sebagai kelompok lobi industri senjata, SIFA mendorong kategorisasi ulang beberapa jenis senjata, termasuk jenis Adler yang kontroversial.

Perusahaan milik Robert Nioa merupakan importir senapan Adler ke Australia.

Juru bicara SIFA Laura Patterson mengatakan pelecehan yang dialami Menteri Enoch tak dapat diterima.

"Secara pribadi saya sangat sesalkan. Saya yakin perilaku semacam itu dikutuk oleh Industri Menembak Australia," katanya.

sumber: detik.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close