Potret Jembatan Musi IV yang Tahan Gempa


Arie Perdana Putra 2018-10-20 17:40:48 Palembang 42 kali

Jembatan Musi IV

PALEMBANG, Kabar28.com,- Jembatan Musi IV sesuai kontrak selesai 18 November 2018 mendatang. Jembatan sepanjang 1.300 meter itu pun kini terus dikebut pengerjaannya sehingga sebelum diresmikan sudah dapat dipakai secara fungsional.

Rencananya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan meresmikan Jembatan Musi IV November nanti.

Kepala BBBPJN Wilayah V Kementerian PUPR, Ki Agus Syaiful Anwar menyebut Jembatan mulai dikerjakan pada 2016. Untuk dananya sendiri diperkirakan ada sekitar Rp553 miliar.

"Kontrak jembatan Musi IV ini 4 tahun, dengan dana sekitar Rp553 miliar. 2015 kita baru melakukan pembebasan lahan, lelang dan kontrak. Selanjutnya di 2016 kita melakukan mobilisasi material dan pengerjaan lahan," terang Syaiful kepada wartawan saat ditemui di Palembang, Sabtu (20/10/2018).

Setelah seluruh lahan selesai dikerjakan, Agus menyebut di tahun 2017 pihaknya melakukan pengerjaan di bagian struktur bangunan. Terakhir, pada 2018 dilakukan pengerjaan bentang atas Jembatan Musi IV dan menghubungkan seberang Ulu dan Ilir Kota Palembang.

Diakui Syaiful, menjelang tahap finishing sudah tak lagi ditemukan kendala dalam pembangunan jembatan. Meskipun pada sebelumnya progres sempat melambat karena terkendala pembebasan lahan, terutama akses jalan menuju jembatan yang tak jauh dari Pasar Kuto.

"Sekarang sudah melakukan pengecoran akhir di lantai jembatan dan selanjutnya dilakukan finishing. Dilanjutkan analisis traffic atau rekayasa lalu lintas di bawah jembatan. Saya sudah bertemu Pak Wali Kota dan gubernur supaya jalan menuju jembatan ini tembus ke jalan nasional," katanya.

Tidak hanya soal akses Jembatan Musi IV, Syaiful turut menyebut jika jembatan ini memiliki tipe Cable Stay Extradosed dan PC U-Girder. Ini merupakan tipe jembatan yang membanggakan karena menjadi jembatan box girder terpanjang di Indonesia dan ini dinilai cukup langka.

"Jembatan ini jadi terpanjang pertama di Indonesia. Bukan hanya strukturnya, tapi teknologi alat pendeteksi kesehatan juga ada di struktur jembatan sebagai salah satu pendukung teknologi. Bahkan 1 dari 70 jembatan di dunia yang menerapkan teknologi tadi, jembatan ini adalah salah satunya," papar Syaiful.

Jembatan ini, sambungnya, menggunakan penerapan Structural Health Monitoring System (SHSM) untuk memonitor kesehatan jembatan dan mengirimkan informasi ke pusat data secara online setiap 20 menit sekali.

"Jembatan dengan 2 lajur ini pun mampu memiliki daya tahan mencapai 100 tahun ke depan dan tahan gempa," pungkasnya.

sumber: detikcom

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close