2019, Pasar Harus Selesai Melalui Digitalisasi Perizinan


Arie Perdana Putra 2018-10-12 14:52:59 Palembang 37 kali

Diskusi bersama Kemendag RI

PALEMBANG, Kabar28.com,- Optimalisasi Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan (LKTP) Era Online Single Submission (OSS), Kemendag RI dan Pemprov Sumsel gelar diskusi bersama, di Ballroom Hotel Horison, Jum'at (12/10/2018).

Inspektur Jenderal Kemendag RI selaku Ketua Harian Satgas Percepatan Pelaksanaan Berusaha Kemendag RI, Srie Agustina mengatakan, membangun dan merevitalisasi pasar rakyat Dirjen Perdagangan Dalam Negeri yang kemudian ditugaskan oleh Menteri yang ditugaskan oleh Presiden hingga tahun 2019 adalah 5000 pasar, catatan yang ada di tahun 2017 sekitar 2800 pasar, tahun 2018 masih dalam proses, sisanya ditargetkan di tahun 2019 adalah 5200 pasar lebih, revitalisasi pasar akan tercapai, menurut catatan dari BPS neraca perdagangan bagaimana meningkatkan nonmigas, sayangnya memang dinamika perdagangan surplus nonmigas 10,2 persen belum bisa menutup defisit dari neraca perdagangan kita, karena peningkatan impor yang masih relatif tinggi, fokus menggunakan produk dalam negeri, mencari berbagai alternatif pengendalian impor dengan berbagai kebijakan, reformasi birokrasi bagaimana meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat.

"Untuk reformasi birokrasi baik perizinan kita bisa dilayani secara cepat, mudah dan terintegrasi, dan kita bagian dari kebijakan di Online Single Submission kemudian konsen melindungi kepentingan konsumen, masyarakat dan pelaku usaha, mengoptimalisasikan berbagai bidang perdagangan, menginternalisasikan juga dengan singkatan dari kalimat PINTAR yakni Profesialisme, Berintegritas, Totalitas Akuntabilitas, Responsib dan Dinamis diseluruh unit perdagangan, dilandasi 2 kebijakan dimana diamanatkan untuk kementerian dan lembaga untuk pembentukan satgas perizinan, yang Presiden sering mendapatkan laporan perizinan yang cukup lama dan memakan biaya tinggi, maka disinilah peran kita untuk mempercepatnya melalui satgas harian kita," katanya.

Sementara, Asisten III Administrasi dan Umum Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Edwar Juliarta menerangkan, perkembangan teknologi yang berbasis teknologi digital saat ini sangat pesat, hampir semua kegiatan sehari-hari masyarakat sangat bergantung pada teknologi digital, mulai dari pekerkjaan rumah, perkantoran hingga dunia pendidikan, sebagian besar pekerjaan sehari-hari yang dahulu dikerjakan dengan sistem manual, saat ini pindah ke sistem digital. Melalui sistem digital, semula pekerjaan rumit dan memerlukan tenaga ekstra, akan tetapi di era digitalisasi pekerjaan rumit menjadi sederhana dan tidak memerlukan tenaga ekstra untuk menyelesaikannya. 

"Kemudian di era tahun 80-90 an para pegawai perusahaan, menjelang akhir tahun sangat direpotkan dengan persiapan laporan keuangan, yang saat itu hampir semuanya dilakukan dengan manual, menggunakan mesin tik, sempoa, dan kalkulator. Cukup banyak tenaga dan pikiran dicurahkan untuk menyelesaikan laporan dan pertanggung jawaban keuangan perusahaan. Beda dengan saat ini di era tahun dua ribuan, dimana hal-hal yang rumit sudah menjadi hal yang simpel dengan hadirnya teknologi digitat dan berbagai peralatan digital yang canggih yang tersedia di perusahaan. Fungsi teknologi digital sudah banyak membantu beban para pekerja perusahaan termasuk dalam mempersiapkan Laporan Keungan Tahunan Perusahaan (LKTP)," pungkasnya. (ant)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close