Bupati Malang Akui Sudah jadi Tersangka


Arie Perdana Putra 2018-10-10 08:32:10 Hukum 50 kali

Rendra Kresna

SURABAYA, Kabar28.com,- Bupati Malang Rendra Kresna mengaku sudah berstatus sebagai tersangka menyusul sejumlah penggeledahan yang dilakukan KPK. Itu diketahui saat penyidik menyodorkan surat penetapan tersangka ketika menggelar penggeledahan di ruang kerjanya, Senin (8/10/2018) malam.

"Status saya tersangka, itu saya ketahui setelah melihat surat berita acara yang dibawa penyidik. Tertulis tersangka Rendra Kresna," ujar Rendra kepada wartawan pukul 10.30 WIB di Pendopo Pemkab Malang Jalan Agus Salim, Kota Malang, Selasa (9/10/2018).

Dalam statusnya itu, Rendra juga menyebut soal kasus yang tengah disidik penyidik anti rasuah, yaitu kasus Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2011.

Kasusnya yang ditangani DAK tahun 2011, saya ditetapkan statusnya sebagai tersangka," ujar bupati sudah menjabat dua periode ini.

Rendra mengungkapkan, dalam surat tersebut juga dituliskan dirinya telah menerima gratifikasi dari pemborong (kontraktor) dalam penggunaan alokasi DAK dikucurkan oleh pemerintah pusat.

"Saya dikatakan menerima gratifikasi dari pemborong (kontraktor) DAK 2011 itu. Begitu yang tertulis dalam surat," beber Rendra.

Sementara Kabiro Humas KPK Febri Diansyah menjelaskan pihaknya belum bisa mengkonfirmasi kebenarannya.

"Sebelum informasi resmi disampaikan KPK dalam konferensi pers, tentu saya belum bisa mengkonfirmasi kebenaran informasi tentang pihak-pihak yang jadi tersangka yang beredar tersebut," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan.

Terlepas dari itu, Febri menyebut, proses penggeledahan di Kabupaten Malang yang dilakukan sejak Senin, 8 Oktober, masih berlanjut hingga hari ini. Ia mengatakan ada empat lokasi yang digeledah kemarin dan hasilnya ada sejumlah dokumen yang disita.

"Senin, 8 Oktober 2018, dilakukan penggeledahan di empat lokasi di Malang, yaitu pendopo Bupati Malang, kantor swasta, rumah swasta, dan rumah PNS. Dari penggeledahan tersebut disita sejumlah dokumen terkait perkara," kata Febri.

sumber: detik.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close