Kader PPP Khittah Nasional DIY Dukung PAS


Arie Perdana Putra 2018-10-09 20:20:01 Politik 53 kali

Prabowo-Sandi

YOGYAKARTA, Kabar28.com,- Sejumlah politikus yang tergabung dalam PPP Khittah Nasional di DIY menyatakan dukungan kepada Prabowo-Sandi (PAS) di Pilpres 2019. Sikap tersebut bertentangan dengan sikap resmi DPP PPP yang mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Wakil Ketua PPP Khittah, Syukri Fadholi mengatakan, PPP DIY yang kemudian dengan label khittah sebagai gerakan moral itu kemudian menolak kepada DPP mendukung Jokowi-Ma'ruf.

"Harus jujur diakui bahwa sementara ini seolah-olah rezim penguasa ini (Jokowi) tidak berpihak kepada nilai kerakyatan dan juga keumatan. Oleh karena itu, kami berbeda dengan DPP PPP," katanya, Selasa (9/10/2018).

PPP Khittah Nasional berisikan para politikus senior dari kubu Djan Faridz maupun kubu Romahurmuziy. PPP Khittah dipimpin Tamam Achda, secara resmi dideklarasikan pada tanggal 4 Mei lalu di Yogyakarta.

Syukri menegaskan, pengurus dan kader PPP Khittah Nasional tidak mengakui DPP PPP yang dipimpin Romahurmuziy. Oleh karenanya, mereka tidak akan mengikuti keputusan DPP yang mendukung pencapresan Jokowi.

"Kami mendukung kepada calon presiden yang tidak membela kepada penista agama, yang tidak menggadaikan aset bangsa, yang tidak mengingkari janji dalam kepresidenan. Oleh karena itu pasti kita akan mendukung Prabowo-Sandi. Memang ada pandangan berbeda. Secara umum (kader) PPP di DIY tetap akan memberikan dukungan kepada Prabowo-Sandi. Tetapi barangkali di dalam pencalegan, mereka sebagian kecil ada yang tetap akan mendukung PPP (yang dipimpin Romy)," jelasnya.

Selanjutnya, Syukri menjelaskan bahwa kader PPP Khittah Nasional tidak akan memberikan suara kepada DPP PPP yang dipimpin Romahurmuziy. Mereka akan memberikan dukungan kepada parpol lainnya.

"PPP dengan label khittah ini akan puasa politik, tidak akan memberikan dukungan kepada PPP. Tetapi memberikan dukungan kepada partai-partai lain yang tidak membela penista agama," pungkasnya.

sumber: detik.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close