Usai Ditahan, Politikus Pengkritik Presiden Venezuela Tewas Misterius


Arie Perdana Putra 2018-10-09 18:13:50 Internasional 32 kali

Markas intelijen Venezuela yang menjadi tempat Fernando Alban ditahan (REUTERS/Carlos Garcia Rawlins) Caraca

CARACAS- Seorang politikus oposisi Venezuela yang dipenjara terkait kasus percobaan pembunuhan Presiden Nicolas Maduro, tewas secara misterius. Otoritas Venezuela menyebut politikus ini tewas bunuh diri, namun oposisi menuding pemerintah Venezuela yang membunuhnya.

Seperti dilansir CNN dan Reuters, Selasa (9/10/2018), Fernando Alban (56) yang seorang anggota parlemen daerah atau anggota dewan ibu kota Caracas dan pengkritik Maduro ini, disebut tewas bunuh diri setelah melompat dari jendela lantai 10 gedung badan intelijen Venezuela, SEBIN, tempat dia ditahan.

Menteri Dalam Negeri Venezuela, Nestor Reverol, dalam penjelasannya menyebut bahwa Alban ditangkap pada Jumat (5/10) lalu atas dugaan keterlibatan dalam ledakan dua drone saat parade militer yang dipimpin Maduro pada Agustus lalu. Insiden itu diselidiki sebagai percobaan pembunuhan terhadap Maduro. 

"Saat dia (Alban-red) hendak dibawa ke pengadilan, ketika dia berada di dalam ruang tunggu SEBIN, dia melompat keluar jendela dari gedung tersebut dan jatuh, menyebabkan kematiannya," sebut Reverol dalam postingan via Twitter. 

Keterangan Reverol itu berbeda dengan keterangan Jaksa Agung Venezuela Tarek Saab, yang dalam pernyataan televisi, menyebut Alban meminta izin untuk menggunakan toilet dan melompat dari sana. 

Secara terpisah, Partai Keadilan Pertama, partai oposisi yang menaungi Alban, menyebut politikus itu tewas dibunuh. "Dengan rasa sakit yang besar dan rasa haus akan keadilan, kami memberitahu rakyat Venezuela ... bahwa anggota dewan Fernando Alban dibunuh di tangan rezim Nicolas Maduro," tegas partai tersebut.

Koordinator Nasional Partai Keadilan Pertama, Julio Borges, menyebut tubuh Alban yang sudah tak bernyawa sengaja dilemparkan dari markas SEBIN di Plaza Venezuela, Caracas. Borges tidak menunjukkan bukti lebih lanjut untuk mendukung pernyataannya itu.

Alban merupakan salah satu tersangka yang ditangkap terkait dugaan percobaan pembunuhan Maduro. Dalam ledakan yang terjadi 4 Agustus lalu, Maduro berhasil lolos tanpa mengalami luka sedikitnya, sedangkan tujuh pengawalnya luka-luka.

Situasi seputar kematian Alban menuai misteri. Tidak diketahui pasti apa yang sebenarnya terjadi pada Alban setelah dia ditangkap pada Jumat (5/10) lalu, hingga kematiannya pada Senin (8/10) waktu setempat. 

Pengacara Alban, Joel Garcia, menuturkan kepada wartawan bahwa saat terakhir kali dirinya melihat Alban pada Minggu (7/10), kliennya itu menyebut dirinya diinterogasi namun tidak disiksa. "Dia tidak dipukuli, dia baik-baik saja," sebut Garcia.

sumber: detik.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close