Napi Kasus Narkoba Mendominasi di Rutan Prabumulih


Arie Perdana Putra 2018-09-27 01:23:52 Prabumulih 54 kali

Kepala Rutan Kelas IIb Kota Prabumulih

PRABUMULIH, Kabar28.com,- Kepala Rutan Kelas II B Kota Prabumulih, Reza M Purnama mengatakan, hingga saat ini tercatat total jumlah tahanan dan napi di Rutan Kelas II Prabumulih ada 451 orang. Dari jumlah tersebut, 246 orang napi yang menjalani hukuman akibat terjerat kasus narkoba, sementara sisanya merupakan narapidana dan tahanan kasus Pidana Umum atau Pidum.

“Lebih dari setengah Napi di Rutan ini merupakan pelaku kasus penyalahgunaan narkoba. Mereka kebanyakan warga Prabumulih, artinya hingga saat ini angka penyalahgunaan narkoba di Prabumulih masih tinggi,” kata Reza saat dibincangi di ruang kerjanya, Rabu (26/9/2018).

Reza menambahkan, saat ini pihaknya melakukan terobosan baru untuk melakukan pembinaan kepada napi yang terlibat kasus narkoba. Yaitu dengan melakukan rehabilitasi serta meningkatkan program keagamaan atau siraman rohani secara rutin kepada narapidana narkoba.

"Ada dua ruangan yang akan dijadikan tempat rehabilitasi. Namun saat ini masih dalam tahap penyusunan, mudah-mudahan dalam waktu dekat dapat dilaksanakan,” imbuhnya.

Disampaikan dia, kegiatan pembinaan dengan sistem rehabilitasi tersebut merupakan hasil kerjasama Rutan Kelas II B dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Prabumulih. Diharapkan kegiatan rehabilitasi tersebut menjadi alternatif untuk meminimalisir dampak negatif bahaya narkoba. Bahkan kegiatan pembinaan dengan metode rehabilitasi ini adalah yang pertama kalinya diterapkan Rutan di Sumatera Selatan.

“Kemungkinan baru kita yang menerapkan hal semacam ini, itu didasari rasa keprihatinan kita kepada mereka para napi. Mereka juga manusia, jadi sudah seharusnya mendapat perhatian yang sama,” ungkap Reza.

Reza pun berharap, dengan terlaksananya secara rutin kegiatan rehabilitasi terhadap para napi di Rutan tersebut, ke depannya mereka yang telah bebas dari menjalani hukumannya dalam penjara dapat berubah lebih baik lagi dan kembali diterima di masyarakat.

“Tentu kita juga berharap agar para napi nanti setelah bebas dapat terlepas dari bahayanya penyelahagunaan narkoba dan bersosial kembali di tengah masyarakat dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang positif,” tandasnya.

Tidak hanya rehabilitasi dan program kerohanian saja, rencananya pihak Rutan dan BNN Kota Prabumulih akan melakukan tes urine kepada seluruh penghuni Rutan setiap 6 bulan sekali. (old)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close