Ditilang dan Kendaraan Ditahan, Peralatan Motor Malah Raib di Kantor Polisi


Mutiara Safitri 2018-09-24 15:03:53 Nasional 21 kali

Ilustrasi (Foto : istimewa)

Kobar, Kabar28.com,- Nasib sial dialami Angga Aji Kumala, warga Kelurahan Kumai Hulu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng. Ingin berangkat menuju pasar justru ditangkap polisi karena dikira ikut balap liar di Jalan Sutan Syahrir Pangkalan Bun.

Peristiwa itu terjadi pada 8 Juli 2018 sekira Pukul 01.00 WIB di pertigaan PDAM Pangkalan Bun, Jalan Sutan Syahrir. “Saya bersama teman kena tilang pas lewat pertigaan PDAM, saya dikira ikut balap liar. Padahal saya hanya lewat saja menuju arah pasar, tidak ikut balapan. Karena dikira ikut balapan, motor Yamaha Vixion saya langsung diangkut ke Markas Polres Kobar,” ujar Angga, Senin (24/9/2018).

Bahkan, teman Angga yang mengendarai motor Vixion miliknya ditampar sebanyak 7 kali oleh polisi. Bahkan polisi juga sempat mengeluarkan tembakan ke udara. “Akhirnya dapat surat tilang dan disuruh sidang pada 10 Agustus 2018,” ujar pemuda yang kini kos di Jalan Macan RT 01, Kelurahan Sidorejo.

Kemudian pada 10 Agustus, Angga mengikuti sidang di PN Kobar dan didenda Rp1,5 juta dan harus dibayar ke rekening negara di Bank BRI. “12 Agustus saya dengan membawa bukti pembayaran tilang menuju Kantor Polres Kobar untuk mengambil motor. Saat itu tetap tidak bisa diambil dengan alasan pajak STNK saya mati," lanjutnya.

Dengan segala upaya akhirnya motor bisa dikeluarkan, namun saat motor coba dihidupkan tak kunjung menyala. “Saya buka jok motor ternyata CDI, suit sama relay hilang. Sudah bertanya sama polisi tidak tahu menahu. Saya bingung juga motor di kantor polisi kok masih tidak aman. Padahal harga 3 peralatan motor itu bisa mencapai Rp2 juta. Namun apa daya saya rakyat biasa. Makanya saya posting masalah ini di Facebook dan banyak komentar netizen. Saya ikhlas saja, malas berurusan sama polisi. Ujung ujungnya saya salah lagi," keluhnya.

Sementara itu saat dikonfirmasi, Kasat Lantas Polres AKP Marsono membantah anak buahnya mengambil peralatan motor milik Angga. “Dia ke kantor waktu itu bertemu siapa, kalau sampai anggota saya ada orang datang tidak digubris berarti anggota saya todak cocok di bagian pelayanan,” ujar Marsono.

Marsono bahkan mempertanyakan kapan korban pernah ke kantor Satlantas untuk menanyakan 3 peralatan motor yang hilang tersebut. “Kapan ke kantornya, bertemu sama siapa. Biar saya bisa bertindak kepada bawahan saya,' kata dia.

Ia menambahkan, saat penangkapan itu, korban Angga disinyalir akan melakukan balapan liar. “Makanya turunlah tim reskrim polres, dan motor itu diangkut ke reskrim polres," tambahnya.

Sumber : okezone.com 

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close