IMM dan KAMMI Sayangkan Kekerasan Aparat di Medan dan Bengkulu


Arie Perdana Putra 2018-09-21 19:15:39 Palembang 47 kali

Ilustrasi

PALEMBANG, Kabar28.com,- Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Palembang dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Palembang menyayangkan tindakan refresif yang dilakukan aparat di Medan dan Bengkulu.

Hal tersebut diketahui saat gelaran konfrensi pers "Solidaritas Aktivis Mahasiswa Sumsel atas tindakan refresif aparat terhadap aktivis mahasiswa di Bengkulu", di gedung dakwah Muhammadiyah Palembang, Jum'at (21/9/2018).

Dikatakan Ketua IMM Palembang Erik Hariyadi, pihaknya tetap menanggapi beberapa isu nasional yang saat ini tengah berkembang, seperti kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), peningkatan harga sembako hingga kasus Bulog dan lemahnya nilai tukar rupiah mencapai Rp15.000.

"Kejadian di Medan dan Bengkulu yang mestinya aparat itu mengayomi dan melindungi masyarakat sangat kami sesalkan, karena sesuai UUD 1945 pasal 28 ayat 3e menyebutkan, masyarakat memiliki kebebasan hak menyampaikan suara atau aspirasi," ucapnya.

Sambungnya, pihaknya ingin polisi menindaklanjuti tindakan kekerasan tersebut. "Begitu juga dengan Presiden supaya mengambil sikap dan tindakan, karena ini sudah sangat kelewatan," pintanya.

Di tempat yang sama, Ketua umum KAMMI cabang Palembang, Iwansyah menyampaikan, pihaknya hanya penyambung lidah rakyat. Menyikapi nilai tukar dolar sat ini sangatlah miris.

"Terlemah tukar rupiah dirasakan saat ini, hampir sama dengan kejadian krisis moneter 1998 lalu. Lonjakan harga dan tingkat ekonomi semakin lemah. Begitupun dengan kenaikan harga BMM, mestinya sesuai UU aset negara demi kesejahteraan masyarakat, sudah harus menjadi PR rezim Jokowi untuk hal ini," ujarnya.

Lanjutnya, pihaknya memberikan sikap, mengajak para mahasiswa seluruh kota Palembang untuk mengambil tindakan. "Kami juga sangat menyayangkan kejadian di Medan dan Bengkulu yang bertindak tidak benar, padahal jelas masyarakat diperbolehkan menyampaikan suara dan aspirasi," tutur Iwansyah.

IMM dan KAMMI melihat kejadian di Medan dan Bengkulu, menyatakan mengajak semua kalangan untuk mengambil sikap terhadap rezim saat ini.

"Tak hanya dari kalangan mahasiswa, masyarakat umumpun kami terbuka jika ingin bergabung menyuarakan rakyat. Tapi yang pasti kami dua organisasi ini akan turun aksi. Untuk waktu belum pasti, tentunya kami akan estafet mengajak semuanya. Dalam waktu dekat inilah yang pasti, kami tidak menutup diri untuk semuanya," tutup Iwansyah. (ard)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close