Menko Luhut hingga Sri Mulyani Putar Otak Tingkatkan Produk dalam Negeri


Lia Cikita 2018-09-20 21:10:29 Ekonomi 43 kali

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut (Foto : istimewa)

Jakarta, Kabar28.com,  - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut menggelar rapat koordinasi di kantornya. Rapat sendiri membahas mengenai upaya mendorong penggunaan produk dalam negeri untuk mengurangi impor melalui Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN).

Dalam rapat tersebut dihadiri oleh sejumlah Menteri Kabinet Kerja seperti Menteri Perdagangan Enggartisto Lukita, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan masih banyak lagi. Selain itu dihadiri juga oleh perwakilan dari PT PLN (Persero) dan Ketua Umum Karena Dagang dan Industri (Kadin) Rosan Roeslani.

Ditemui usai rapat, Menko Luhut mengatakan rapat tersebut untuk merapatkan barisan antara pengusaha dan juga pemerintah untuk meningkatkan TKDN dalam proyek strategis nasional. Apalagi Peraturan Presiden pun sudah dikeluarkan oleh Presiden Joko Widodo.

"Tadi kita rapat pertama pasca kepres 34 keluar. Jadi, saya ketua umumnya, Pak Airlangga Ketua harian. Jadi nanti semua kementerian dan institusi terlibat, Bea Cukai, Kementerian Perindustrian, Perdagangan, ESDM, SKK Migas, Pertamina, BUMN dan Kadin," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian bidang Kemaritiman, Jakarta, Kamis (20/9/2018).

Nantinya lanjut Luhut, pemerintah dan pengusaha akan sama-sama memberikan masukan, sehingga ditemukan jalan keluar mengenai penggunaan TKDN dalam pembangunan infratruktur.

"Jadi nanti kita mau lihat apa keluhan selama ini, Kadin tadi bilang ngumpulin semua pengusaha, apa harapan mereka dari pemerintah. Tanggal 20 Oktober, setelah IMF-WB, kita akan duduk. Rapat akbar, semua hadir, supaya enggak ada dusta di antara kita. Jadi jangan ada kalimat bersayap dalam permen. Jadi semua tegas," jelasnya.

Sementara itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan ada sejumlah hambatan dalam upayanya pendorong TKDN. Salah satunya adalah volume dan kualitas produk yang belum bisa memenuhi kebutuhan setiap sektor.

"Kalau hambatan ada di ketersediaan dan kualitas," ucap Airlangga.

Airlangga menambahkan, dalam proses peningkatan TKDN memang tidak langsung instan sebab memerlukan waktu yang cukup lama. Sehingga para pelaku industri harus sedikit bersabar dan tidak bisa menaikan kapasitas industrinya sekaligus.

Apalagi ketersediaan barang bakunya masih belum sepenuhnya ada. Sebab, pabrik untuk bahan baku masih belum tersedia semuanya untuk memenuhi kebutuhan industri.

"Kalau dadakan itu sulit. Kalau engineering bisa dijadikan alternatif kalau misalnya ada ada diameter tertentu ada satu mili atau satu sentimeter bisa diselesaikan, ," jelasnya.

Sumber : okezone.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close