Anies Sesalkan DPRD DKI Tolak Usulan Anggaran Rp1,2 Triliun untuk PMD PAM Jaya


Mutiara Safitri 2018-09-20 14:15:07 Nasional 31 kali

Anies Rasyid Baswedan (Foto : istimewa)

Jakarta, Kabar28.com,-  Gubernur Anies Rasyid Baswedan menyesalkan keputusan DPRD DKI Jakarta yang menolak usulan anggaran sebesar Rp1,2 triliun untuk penyertaan modal daerah (PMD) oleh PD PAM Jaya. Sebab, menurut dia, anggaran tersebut diperlukan untuk memberikan akses air bagi warga Ibu Kota.

"Itulah. Saya gini, terutama yang air minum 43 persen warga Jakarta tidak punya akses pipa air," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Merdeka Selatan, Gambir, Kamis (20/9/2018).

"Kita ingin memberikan akses mereka. Kalau misalnya nih saya minta untuk bangun fasilitas LRT, yang naik LRT itu ya kelas menengah. Tapi ini saya minta untuk rakyat bawah yang tidak punya air bersih," sambungnya.

Anies mengatakan, akses air bagi warga Jakarta sangat penting diperhatikan. Sebab setiap harinya warga harus mengeluarkan uang untuk air bersih, bahkan per bulan bisa mencapai Rp600 ribu.

"Mereka itu per hari harus membayar Rp20 ribu untuk air bersih yang kira-kira sebulan bisa sampai Rp600 ribu. Tapi kalau ada pipa air bisa turun jadi Rp120 ribu, jadi ini untuk kepentingan warga banyak. Mudah-mudahan nanti digolkan," paparnya.

Anies juga mempertanyakan, apakah kondisi tersebut terus dipertahankan atau membuat kebijakan dengan melahirkan solusi.

"Sekarang kita ingin rakyat kita terus tanpa air bersih atau solusi? Kalau saya ada solusi dulu nih buat rakyat. Rakyat enggak akan dapat air bersih kalau ini dibiarkan status quo (sebagaimana keadaan sebelumnya)," ungkap Anies.

Tidak adanya penambahan akses air bagi warga, tambah dia, sudah terjadi sejak 12 tahun lalu. Maka itu, dirinya berupaya menyelesaikan hal tersebut.

"Jakarta 12 tahun enggak ada penambahan pipa secara signifikan, sekarang kita memulai untuk yang paling bawah bukan paling atas," tegasnya.

Diketahui, rapat Banggar DPRD DKI Jakarta mencoret usulan angganaran untuk PMD PAM Jaya sebesar Rp1,2 triliun. Rencananya anggaran tersebut dipakai untuk pembangunan pipa distribusi serta retikulasi wilayah barat dan utara Rp150 miliar.

Selain itu, Rp15 miliar diperuntukkan guna penyediaan air bersih di rusunawa dan untuk relokasi jaringan pipa yang terdampak proyek Rp116 miliar. Kemudian untuk SPAM Pesanggrahan dan Ciliwung Rp650 miliar.

Sumber : okezone.com 

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close