Israel Bantah Terlibat Langsung dalam Penembakan Pesawat Militer Rusia


Lia Cikita 2018-09-18 22:46:06 Internasional 42 kali

Ilustrasi (Foto : istimewa)

Tel Aviv, Kabar28.com, - Israel menyampaikan duta cita atas jatuhnya pesawat Rusia yang membawa 14 personil militer akibat tembakan oleh pasukan rezim Suriah.

Namun demikian, Tel Aviv juga membantah terlibat langsung dalam insiden yang terjadi saat dilancarkannya serangan oleh Israel di wilayah Suriah itu.

Insiden jatuhnya pesawat militer yang terjadi pada Senin (17/9/2018) malam waktu setempat itu dikhawatirkan bakal merusak hubungan antara Rusia dengan Israel berupaya menghindari terjadinya bentrokan di Suriah.

"Israel mengungkapkan kesedihan atas tewasnya kru pesawat udara Rusia yang jatuh malam ini karena tembakan anti-pesawat udara Suriah," demikian pernyataan militer Israel atas insiden itu.

"Israel menganggap rezim Assad (Presiden Suriah Bashar al Assad), yang pasukan militernya telah menembak jatuh pesawat Rusia, bertanggung jawab penuh atas insiden ini."

"Israel juga menganggap Iran dan organisasi teror Hizbullah bertanggung jawab atas insiden ini," tambah pernyataan itu.

Dikatakan dalam pernyataan itu, serangan Israel yang dilancarkan pada Senin malam menargetkan fasilitas militer Suriah yang memproduksi senjata dan akan mengirimkannya atas nama Iran kepada kelompok Hizbullah.

Iran yang disebut mendukung kelompok Hizbullah di Lebanon telah dianggap sebagai musuh utama Israel.

Dalam pernyataannya, Israel juga membantah tuduhan Moskwa yang menyebut pihaknya telah memanfaatkan pesawat militer Rusia sebagai tameng saat melancarkan serangan.

Israel menyebut saat melancarkan serangan ke target di Latakia, pesawat Rusia yang ditembak jatuh tidak berada dalam wilayah operasi.

"Ketika Suriah meluncurkan rudal yang menghantam pesawat Rusia, jet Israel sudah kembali dan berada di wilayah udara kami."

"Serangan yang meluas dan tidak akurat dari sistem anti-pesawat udara Suriah telah menyebabkan pesawat Suriah tertembak dan jatuh," demikian ditegaskan dalam pernyataan itu.

Sebelumnya diberitakan, Kementerian Pertahanan Rusia telah sepenuhnya menyalahkan pesawat Israel yang melakukan serangan ke provinsi Latakia dan menggunakan pesawat Rusia sebagai kamuflase.

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu dilaporkan juga telah menghubungi Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Lieberman dan memperingatkan bahwa Moskwa dapat membalas dengan tindakan yang tidak ditentukan.

Meski demikian, mantan kepala intelijen Israel, Amos Yadlin mengatakan, Rusia tidak mungkin mengambil tindakan tegas terhadap Israel.

"Saya pikir hal itu akan bertentangan dengan kepentingan mereka. Mereka saat ini tengah fokus pada reintegrasi Suriah dan berurusan dengan Idlib," ujarnya kepada AFP.

Sumber : kompas.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close