Impor Beras 440.000 Ton Terkendala Cuaca di India dan Pakistan


Lia Cikita 2018-09-18 21:13:51 Ekonomi 42 kali

Ilustrasi (Foto : istimewa)

Jakarta, Kabar28.com, - Badan Urusan Logistik (Bulog) meminta perpanjangan perizinan impor beras sebanyak 440 ribu ton kepada Kementerian Perdagangan. Hal tersebut, karena negara pengekspor, yakni India dan Pakistan tengah menghadapi cuaca buruk sehingga mengganggu pengapalan beras.

Permintaan impor ini ditandatangani Budi Waseso tertanggal 18 Juli 2018, dengan nomor B 932/II/DU000/07/2018. Terkait hal itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Luar Negeri Kemendag Oke Nurwan, menyatakan pihaknya telah menyetujui surat perizinan impor oleh Bulog tersebut.p

"Bulog telah sampaikan bahwa ada kendala di tempat ekspornya, sehingga memang Bulog yang mengajukan perpanjangan itu," kata Oke, Selasa, (18/9/2018).

Dia menjelaskan, permintaan impor beras, saat ini terdapat kendala untuk menyusun kembali shipping document sehingga membutuhkan waktu yang relatif lama. Kemendag pun memberikan izin kepada Bulog.

"Jadi, kami tidak punya gudang untuk itu. Di mana ditugaskan melakukan importasi kan Bulog. Bukan Kemendag. Kami sepenuhnya terserah kepada Bulog soal impor," tuturnya.

Bulog telah dua kali meminta perpanjangan impor beras. Surat perpanjangan itu diajukan pada 13 Juli 2018 dan 23 Agustus 2019. Awalnya, izin importasi diberikan kepada Bulog dari 1 Mei 2018 sampai 31 Agustus 2018. Setelah permohonan izin diperpanjang, Kemendag memberikan waktu tambahan hingga 31 Oktober 2018 bagi Bulog untuk mengimpor.

Surat terakhir, tertanggal 23 Agustus 2018 merupakan permohonan perpanjangan persetujuan Impor sebesar 1 juta ton sampai 31 Oktober 2018.

Sementara itu, Direktur Center For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi meminta Dirut Bulog Budi Waseso untuk membersihkan lembaganya dari mafia beras.

"Kami ingin Dirut Bulog harus mencopot Direktur Pengadaan Perum Bulog. Sebab, surat permohonan perpanjangan izin impor yang dilayangkan Kemendag, telah mempermalukan lembaga tersebut," ungkapnya.

Dia menambahkan, Buwas perlu mengungkap mafia pangan dari sektor swasta. Karena, kerap melakukan intervensi pemerintah bahwa stok beras tidak dapat mencukupi kebutuhan masyarakat.

"Pihak swastanya diungkap saja. Bulog itu bukan ladang mafia beras. Mau dia PNS atau apapun itu pecat saja," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan jajarannya akan ikut mengawasi impor beras, agar tidak ada penyelundupan.

"Untuk impor beras, Direktorat Bea Cukai akan bekerjasama dengan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian, sehingga kita bisa lakukan secara transparan dan akuntable," ujarnya di Jakarta belum lama.

Sumber : okezone.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close