Neraca Dagang Defisit karena Impor Migas, Sri Mulyani Andalkan B20


Lia Cikita 2018-09-17 20:42:27 Ekonomi 42 kali

Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: istimewa)

Jakarta, Kabar28.com,  - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan neraca perdagangan pada Agustus 2018 mengalami defisit sebesar USD1,02 miliar. Angka defisit ini membaik dari kondisi neraca perdagangan di bulan Juli 2018 yang mencapai USD2,01 miliar.

Terkait hal itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan, bahwa pihaknya yakin bisa menutup defisit neraca perdagangan dengan adanya bahan bakar solar dengan 20% bauran minyak sawit alias B20.

"Untuk impor migas kita masih cukup tinggi sehingga mengalami defisit. Oleh karena itu, B20 yang kita tonjolkan," kata Sri Mulyani di komplek DPR, Jakarta, Senin (17/9/2018).

Dia juga menjelaskan, bahwa pihaknya telah melakukan pembahasan B20 dengan beberapa pihak, seperti Menteri BUMN, Pertamina, Menteri ESDM, Menko Perekonomian, Kemenkeu dan Bank Indonesia.

"Pembahasan itu untuk akan terus mencoba menjaga dan terus melihat perkembangannya," pungkasnya.

Peluncuran mandatori tersebut telah resmi dilakukan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat 31 Agustus 2018.

Hal ini membuat badan usaha maupun perusahaan memproduksi minyak sawit yang digunakan sebagai campuran solar (fatty acid methyl este/FAME), harus memenuhi kebutuhan tersebut. Jika tidak keduanya mendapatkan sanksi sebesar Rp6.000 per liter.

Sumber : okezone.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close