Ratusan Kapal Asing Sudah Ditenggelamkan


Arie Perdana Putra 2018-09-17 20:30:04 Ogan Ilir 77 kali

Seminar Nasional di Unsri

INDRALAYA, Kabar28.com,- Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti mengatakan, selama menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan dirinya telah menenggelamkan ratusan kapal asing pelaku Ilegal Fishing (pencuri ikan) di Indonesia. 

"Kapal pencuri ikan kita tenggelamkan, umumnya merupakan kapal-kapal asing berbendera Vietnam, Thailand, Australia dan sejumlah kapal berbendara Asia lainnya yang dengan sengaja melakukan praktek Ilegal Fishing di Indonesia," kata Susi dalam Seminar nasional bertajuk "Jayakan Perikanan dan Kelautan Indonesia Menuju Poros Maritim Dunia 2045", di gedung Auditorium Unsri Indralaya, Senin (17/9/2018).

Ditambahkan Susi, upaya yang dilakukannya itu semata-mata untuk menjaga keberlangsungan sumber daya ikan yang tentunya hanya bisa dinikmati oleh nelayan-nelayan tanah air. "Tidak ada efek jera, selain menenggelamkan kapal-kapal bagi pelaku ilegal fishing.  Baik kapal dan ABK-nya, yang kedapatan Ilegal Fishing kita tangkap," ujarnya.

Dikatakan Susi, sebelum kapal-kapal itu ditenggelamkan, terlebih dahulu diperiksa, seperti oli, mesin dan bahan bakar operasional kapal. Kalau kapal itu terbuat dari bahan fiber dibakar, apabila kapal-kapal itu terbuat dari bahan besi dan kayu, maka akan ditenggelamkan. Indonesia sekarang menjadi laut yang paling ditakuti seluruh dunia oleh para pencari Ikan. "Kalau ikan itu berenang di perairan Indonesia. Maka ikan-ikan itu milik Indonesia. Kalau ikan itu diluar teritorial laut kita. Silahkan bagi kapal asing untuk mengambil ikan. Tapi, jangan sampai mengambil ikan di perairan Indonesia," ujarnya.

Ia juga menambahkan, ke depan pihaknya akan membuat peraturan secara berkelanjutan dalam menertibkan kapal-kapal nelayan. Karena, selama di lapangan pihaknya banyak menemukan kapal-kapal asing yang memiliki banyak bendera. Bahkan, satu kapal  ada ditemukan delapan bendera. "Para nelayan kapal ini berupaya mengelabuhi petugas seolah-seolah kapal tersebut merupakan kapal yang berasal dari sebuah negara dibatas teritorial tertentu," katanya. (nik)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close