Sri Mulyani Andalkan Penggunaan Biodiesel 20% Tekan Impor Migas


Lia Cikita 2018-09-17 20:17:02 Ekonomi 30 kali

Ilustrasi (Foto : istimewa)

Jakarta, Kabar28.com,  - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku pemerintah bakal menutup defisit neraca perdagangan yang disumbang oleh impor minyak dan gas (migas) dengan penerapan program mandatori biodiesel 20% (B20).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyebut pelaksanaan B20 pun akan menjadi kunci bagi pemerintah dalam menekan defisit neraca perdagangan.

Menurut dia, penerapan B20 akan memberikan jawaban apakah defisit neraca perdagangan yang sudah terjadi belakangan ini menjadi anomali atau sebuah tren yang baru.

"Oleh karena itu nanti untuk pelaksanaan B20 dan juga adanya kenaikan impor kemarin dari migas terutama pada bulan sebelum diberlakukannya B20 kita akan lihat apakah itu suatu tren ataukah anomali. Sehingga kita juga bisa melihat," jelas dia di DPR RI, Jakarta, Senin (17/8/2018).

Berdasarkan diskusi dengan Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri ESDM Ignasius Jonan, pemerintah terus berupaya menjaga kinerja neraca perdagangan secara keseluruhan.

"Tadi berdasarkan pembahasan dengan para Menteri BUMN, Pertamina, Menteri ESDM, Menko Perekonomian, kami dan Bank Indonesia akan terus mencoba menjaga dan terus melihat perkembangannya," tutup dia.

Diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit di bulan Agustus sebesar US$ 1,02 miliar.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, tekornya neraca dagang RI di Agustus masih disumbang tingginya impor di sektor migas.

"Apa yang sebabkan defisit US$ 1,02 miliar, karena defisit dari migas sebesar US$ 1,6 miliar, tapi non migas masih surplus US$ 630 juta," kata dia saat jumpa pers di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (17/8/2018).

Sumber : detiknews.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close