Nicke Widyawati 2 Kali Mangkir Pemeriksaan KPK Terkait Kasus Korupsi PLTU Riau


Lia Cikita 2018-09-13 20:48:54 Nasional 27 kali

Nicke Widyawati (Foto: istimewa)

Jakarta, Kabar28.com, - Nicke Widyawati kembali mangkir atau tidak memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada hari ini. Nicke sudah dua kali mangkir dari panggilan pemeriksaan KPK terkait kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerjasama proyek pembangunan PLTU Riau-1.

Pemanggilan pada hari ini merupakan penjadwalan ulang dari pemeriksaan sebelumnya. Di mana, Nicke pernah dijadwalkan untuk diperiksa sebagai saksi pada ‎Senin, 3 September 2018, namun tidak hadir karena beralasan sedang ada rapat di Pertamina.

"Saksi sebelumnya tidak hadir memenuhi panggilan penyidik KPK dan direncanakan dijadwalkan ulang hari ini," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (13/9/2018).

Febri menjelaskan, hingga sore ini pihaknya belum mendapatkan informasi yang jelas terkait ketidakhadiran Nicke. KPK pun akan menjadwalkan ulang kembali pemeriksaan terhadap Nicke sebagai saksi.

"Sampai sore ini, tidak ada informasi ke penyidik terkait ketidakhadiran. Akan dipanggil kembali sebagai saksi," terang Febri.

Nicke sendiri sedianya akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai mantan Direktur Perencanaan PT PLN. Nicke akan dikorek keterangannya sebagai saksi terkait kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerjasama proyek pembangunan PLTU Riau-1.

Sejauh ini, KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerjasama proyek PLTU Riau-1. Ketiganya yakni, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih, bos Blackgold Natural Resources Limited, Johannes B Kotjo, serta mantan Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham.

Eni sendiri diduga bersama-sama Idrus menerima hadiah atau janji dari Kotjo. Eni diduga menerima uang sebesar Rp6,25 miliar dari Kotjo secara bertahap. Uang itu adalah jatah Eni untuk memuluskan perusahaan Kotjo menggarap proyek senilai US$900 juta.

Penyerahan uang kepada Eni tersebut dilakukan secara bertahap dengan rincian Rp4 miliar sekitar November-Desember 2017 dan Rp2,25 miliar pada Maret-Juni 2018‎. Idrus juga dijanjikan mendapatkan jatah yang sama jika berhasil meloloskan perusahaan Kotjo.

Sumber : okezone.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close