Mantan Ajudan Wali Kota Prabumulih Divonis 9 Bulan Penjara


Arie Perdana Putra 2018-09-12 20:34:15 Prabumulih 58 kali

Ilustrasi

PRABUMULIH, Kabar28.com,- Setelah beberapa kali mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Kota Prabumulih, MR terdakwa kasus penipuan Fee Proyek yang tak lain mantan ajudan Wali Kota ini divonis hakim  9 bulan penjara. 

Dalam sidang dengan agenda pembacaan vonis majelis hakim yang diketahui Said Husein didampingi hakim anggota Chandra Ramadhani dan Tri Lestari beberapa hari kemarin, diketahui terdakwa MR dijatuhi hukuman pidana tersebut sesuai dalam Pasal 378 KUHPidana tentang penipuan.

"Memutuskan dengan ini, terdakwa MR (inisial, red) terbukti bersalah melakukan tindak pidana penipuan dan menjatuhkan terhadapnya dengan hukuman pidana selama 9 bulan penjara,” ujar Majelis hakim saat membacakan amar putusannya secara bergantian di persidangan.

Dalam amar putusan itupun, diterangkan majelis hakim bahwa putusan yang dijatuhkan tersebut telah melalui musyarawarah bersama hakim anggota maupun beberapa pertimbangan terhadap terdakwa yang dinilai sopan dalam setiap persidangan serta niat baik untuk mengembalikan uang korban senilai Rp150 juta itu.

"Hal yang meringankan bagi terdakwa sendiri adalah berlaku sopan setiap dalam persidangan, belum pernah dihukum serta terdakwa telah berjanji akan mengembalikan kerugian korban. Sehingga majelis hakim dalam musyawarah mengambil keputusan dalam vonis pidana yang dibacakan ini,” terang hakim ketua.

Vonis yang telah dijatuhkan majelis hakim tersebut, lebih ringan 4 bulan bila dibandingkan tuntutan pidana yang sebelumnya diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nopri Exandi menjerat terdakwa dengan Pasal 372 dan 378 KUH Pidana dan menghendaki agar terdakwa untuk dihukum selama 1 tahun penjara.

Sehingga diakhir persidangan, dalam menanggapi putusan majelis hakim itu, Jaksa menyatakan masih pikir-pikir untuk menerimanya. 

"Kami jaksa mengajukan tuntutan pidana terhadap terdakwa MR (inisial, red) ini tadinya menuntut pidana selama 1 tahun penjara. Dengan putusan majelis hakim ini kami belum menerima dan masih pikir-pikir,” jelas JPU Nopri Exandi, Rabu (12/9/2018).

Sekedar mengingatkan, Kasi Pidum Kejari Prabumulih, M Falaki beberapa waktu lalu dikonfirmasi, membenarkan perkembangan kasus tersangka tersebut dalam proses pelengkapan kekurangan dalam berkas perkara. Menurutnya, MR dijerat ancaman hukuman dengan Pasal 372 dan 378 KUH Pidana. "Diancam hukuman penjara 5 tahun ke atas,” sebutnya kala itu.

Mantan Kasi Intel Kejari Baturaja inipun lebih lanjut menuturkan, jika dalam waktu dekat berkas perkara ‘Fee Proyek’ tersebut sudah terpenuhi penyidik Polres, maka pihaknya pun selanjutnya akan segera menaikkan berkas perkara MR itu ke ranah Pengadilan Negeri Prabumulih.

“Jelas kalau memang seluruh kelengkapan berkas sudah terpenuhi, tentu kita juga tidak akan menunda-nunda lagi kasus ini dan akan segera kita limpahkan ke persidangan,” tukasnya. (old)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close